Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.000 per Dolar AS

0
146

Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/12) pagi melemah ke posisi Rp 14.000 per dolar AS. Rupiah melemah 0,03 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Menurut Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, rupiah melemah karena adanya peningkatan data manufaktur dan perumahan AS. Hasil rilis data manufaktur dan perumahan AS lebih bagus dari ekspektasi pasar.

Dia menyebutkan, penjualan perumahan baru di AS meningkat 32 persen, output manufaktur naik 1,1 persen, dan izin bangunan naik 1,4 persen.

Baca: Akhir Pekan, Rupiah Berada di Bawah Posisi Rp 14.000 per Dolar AS

“Semalam data manufaktur dan perumahan AS lebih bagus dari ekspektasi, ini yang mendorong menguatnya yield obligasi pemerintah AS. Ini berpotensi mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” kata dia, Rabu (18/12).

Akan tetapi, dia menilai, rupiah berhasil menahan laju pelemahan karena ada sentimen perang dagang antara As dan China. Kekhawatiran pasar berkurang karena terjadi kesepakatan fase 1 antara AS dan China.

“Walaupun, pasar masih menantikan rincian kesepakatan dagang tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memprediksi, pada hari ini rupiah akan begerak stabil. Hal ini dipicu oleh penantian keputusan suku bunga acuan BI.

Dia memperkirakan, BI akan mempertahankan suku bunga acuan BI7RR di level 5 persen dengan mempertimbangkan ekspektasi inflasi yang cenderung terkendali.

“Pergerakan nilai tukar rupiah akan cenderung stabil,” ujarnya. (sh/cnnindonesia/kompas)

 

 

DISKUSI: