Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

RT: 4 Putri Raja Saudi Diisolasi Tanpa Makanan Selama 60 Hari

Published 01/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

saudi princesJeddah, LiputanIslam.com — Kantor berita Rusia Today (RT), hari Sabtu (31/5) kembali membuat laporan tentang kondisi memprihatinkan 4 putri Raja Saudi yang menjalani hidup dalam isolasi. Dalam laporan tersebut disebutkan, ke-4 putri Raja Saudi tersebut telah hidup selama 60 hari dalam kondisi tanpa makanan.

“Dijauhkan dari kebutuhan dasar mereka, ke-4 putri raja itu dikurung dalam isolasi selama 13 tahun oleh ayah mereka, Raja Abdullah, kini telah melewati hari ke-60 tanpa makanan,” tulis RT dalam laporannya kemarin.

Menurut laporan tersebut, raja Saudi telah marah kepada ke-4 putrinya itu karena telah membuka keburukan perlakuan terhadap wanita di kerajaan tersebut. Faktor lainnya yang membuat raja marah kepada mereka adalah karena ibu mereka tidak bisa memberikan anak laki-laki sebelum akhirnya menuntut perceraian yang mencoreng harga diri raja.

Dalam wawancara dengan Russia Today melalui Skype, 2 di antara 4 putri raja tersebut, Sahar dan Jawaher, mengatakan bahwa mereka berempat dikurung dalam 2 rumah terpisah di kompleks kerajaan di kota Jeddah. Menurut mereka, ke-empat putri raja tersebut telah hidup tanpa makanan dan minuman yang cukup selama 60 hari.

“Ini adalah situasi yang menakutkan, pada dasarnya ini adalah tindakan kelaparan paksa. Mereka mengekang kami, membatasi makanan dan minuman, kebebasan dan hak-hak. Kami berjuang, kami hidup, kami melawan, dan kami mencoba yang terbaik untuk bertahan hidup,” kata keduanya secara bergantian kepada Russia Today.

“Bagaimana kami bisa hidup seperti ini? Namun kami akan menanggung akibatnya.”

“Raja dan putra-putranya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Apa tuduhan yang kami hadapi? Apa sebenarnya kejahatan kami?”

“Bagaimana dengan kejahatan terhadap 99 persen wanita di negeri ini? Siapa yang sebenarnya menderita di bawah pengawasan laki-laki? Pengawal laki-laki bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Ia bisa memanggil semuanya dan meninggalkan wanita tanpa sisa,” kata mereka.

“Kami membuat pernyataan ini sekarang untuk mendapatkan kembali hak-hak kami.”

Laporan-laporan media internasional sebelumnya menyebutkan bahwa ke-empat putri raja tersebut berumur antara 38 dan 42 tahun, seorang di antaranya mengalami gangguan mental. Mereka mengaku tidak memiliki kartu identitas dan raja melarang mereka untuk menikah.

Ibu mereka, Alanoud Al-Fayez, warga Lebanon yang kini tinggal di Inggris setelah bercerai dengan Raja, telah berusaha keras untuk membebaskan putri-putrinya, termasuk minta tolong kepada para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Barack Obama. Namun sejauh ini semua upaya itu tidak membuahkan hasil. Sementara pemerintah Saudi sendiri selalu membantah laporan-laporan negatif tentang ke-4 putri tersebut dengan menyebutkan bahwa mereka hidup bebas di kota Jeddah dan selalu ditemani pengawal.

Raja saudi, kini 89 tahun, adalah ayah dari 38 anak dari sejumlah istri yang tidak jelas jumlahnya. Ia adalah salah satu manusia terkaya di dunia menurut majalah Forbes dengan kekayaan senilai $17 miliar.

Ibu putri-putri tersebut, Alanoud Al-Fayez yang berasal dari keluarga kaya Lebanon, bercerai dengan raja tahun 1980. Karena alasan keamanan, ia kemudian pindah ke Inggris tahun 2001. Setahun kemudian, 4 putrinya mulai hidup dalam isolasi.

“Inilah sifat dasar kerajaan Saudi, yang menindas rakyatnya sendiri. Namun kini mereka menindas putri-putrinya sendiri. Raja yang digambarkan di media-media barat sebagai figur reformis, menindas putri-putrinya sendiri,” kata Ali Al-Ahmed, Direktur Institute for Gulf Affairs, kepada Russia Today.(CA/russia today)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account