Ribuan Pendukung Maduro Berkumpul di Hari Buruh

0
105

Caracas, LiputanIslam.com—Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyapa ribuan pendukungnya di peringatan Hari Buruh pasca percobaan kudeta yang gagal oleh pihak oposisi.

Di depan kerumunan yang membanjiri jalanan Caracas, Maduro mengecam pemimpin oposisi yang disokong AS, Juan Guaido, karena berupaya memicu perang sipil di Venezuela.

“Para pemimpin kudeta Venezuela bukan hanya menipu diri sendiri, tetapi juga memperdaya kaum imperialis AS, dengan mengatakan bahwa saya akan pergi meninggalkan negara ini,” kata Maduro, mengutip pernyataan dari AS bahwa ia ingin lari ke Kuba.

“Apa yang akan terjadi jika kita membiarkan pelaku kudeta? Genosida antar warga Venezuela, kita akan membunuh satu sama lain dan Washington akan merayakan itu, “ tegasnya.

Jika Guaido memang ingin menjadi presiden yang resmi, dia hanya harus memenangkan pemilu, tambahnya.

Selain itu, presiden dari Partai Sosialis Bersatu itu meminta pendukungnya membuat proposal untuk “memperbaiki kesalahan” yang dibuat oleh pemerintah dan untuk menyelesaikan sanksi AS.

“Kita akan menuju hari perubahan, perbaikan, dan pembaruan revolusional yang besar. Saya mengandalkan Anda semua!” ujar Maduro kepada pendukungnya.

“Saya tidak akan mengkhianati rakyat Venezuela, saya tidak akan menyerah kepada imperialisme,” tambahnya.

Aksi demo dan bentrokan antara pendukung oposisi dan polisi Venezuela masih berlanjut hingga hari Rabu kemarin, namun dengan intensitas yang jauh lebih kecil daripada aksi pada hari Selasa.

Sejak hari Selasa lalu, Guaido telah memimpin pendukungnya untuk merebut kekuasaan dari tangan Maduro. Namun, operasinya itu gagal dalam beberapa jam, di mana penasehat Guaido, Leopoldo Lopez, tiba-tiba meminta suaka di kedutaan Chile, dan sejumlah anggota militer pendukung oposisi diketahui melarikan diri ke kedutaan Brazil. (ra/rt)

 

 

DISKUSI: