Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Ribuan Imigran Rohingya dan Bangladesh Terkatung-Katung di Laut

Published 12/05/2015 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

imigran terlantarBangkok, LiputanIslam.com — Ribuan imigran Rohingya dan Bangladesh dilaporkan terkatung-katung di laut dekat wilayah Thailand tanpa kejelasan apakah bisa mendarat. Demikian organisasi internasional urusan imigran IOM melaporkan.

Mengutip keterangan IOM, BBC News melaporkan, Selasa (12/5), bahwa para penyelundup imigran kini merasa enggan untuk mendaratkan imigran yang telah membayar mereka itu, setelah pemerintah Thailand melancarkan pembersihan jaringan perdagangan manusia di negara itu, menyusul ditemukannya kuburan massal imigran di dekat perbatasan Malaysia.

IOM menyebutkan angka 8.000 orang yang kini terkatung-katung di tengah laut. Dalam 2 hari terakhir lebih dari 2.000 imigran mendarat di Malaysia dan Indonesia setelah diselamatkan tim penolong, atau setelah mereka berenang sendiri ke darat.

Jeff Labovitz, kepala IOM wilayah Asia Pasifik, mengatakan kepada BBC bahwa penemuan penemuan mayat-mayat imigran di perbatasan Thailand dengan Malaysia telah menyebabkan aparat keamanan Thailand melakukan operasi pembersihan penyelundupan imigran dan hal itu memaksa para penyelundup menahan kapal-kapalnya di tengah laut.

Kebanyakan para imigran itu adalah warga keturunan Rohingya Myanmar yang menghindarkan diri dari konflik kekerasan, serta warga Bangladesh. Mereka harus membayar sejumlah uang kepada para penyelundup (human trafficker) untuk bisa mencapai negara-negara lain dimana mereka berharap bisa hidup lebih baik.

Regim militer Thailand pimpunan PM Jendral Prayuth Chan-ocha mengeluarkan perintah untuk membersihkan kamp-kamp imigran di negaranya menyusul ditemukannya kuburan massal berisi imigran di perbatasan Thailand. Kasus ini menjadi perhatian internasional dan memaksa pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap praktik-praktik perdagangan manusia yang juga melibatkan para pejabat setempat.

“Kapal-kapal telah berhenti datang, namun sebagian hanya berpindah arah, sementara lainnya hanya menunggu sampai waktu yang tidak pasti. Jadi banyak orang yang tertahan di tengah laut. Kini segalanya menjadi sangat panas, tidak ada tempat bagi mereka untuk pergi,” kata Labovitz.

Pada hari Senin (11/5) pejabat-pejabat Malaysia mengumumkan sebanyak 1.018 imigran asal Bangladesh dan Rohingya telah mendarat secara ilegal di Pulau Langkawi, setelah mereka ditinggalkan para penyelundup. Sementara pada hari Minggu sebanyak hampir 600 orang imigran diselamatkan di lepas pantai Aceh. Sehari kemudian 400 imigran kembali diselamatkan aparat di Aceh.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account