Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Reporter PBB: Sanksi AS Faktor Utama Krisis Ekonomi Venezuela

Published 29/01/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com— Mantan reporter khusus PBB Alfred de Zayas melaporkan bahwa sanksi AS kepada Venezuela selama beberapa tahun terakhir adalah faktor paling utama yang menyebabkan krisis ekonomi di negara Amerika Latin itu.

Dalam wawancara dengan media The Independent pada Minggu (27/1), De Zayas juga menegaskan bahwa sanksi AS tersebut termasuk ke dalam “kejahatan atas kemanusiaan” di bawah hukum internasional karena telah mengakibatkan banyak kematian warga Venezuela.

De Zayas, yang mengakhiri tugasnya di PBB kurang dari setahun lalu, merupakan sosok yang kritis terhadap kebijakan sanksi AS sejak mantan Presiden Barack Obama mendeklarasikan Venezuela sebagai “ancaman keamanan nasional”. Setelah itu, Presiden Donald Trump terus meningkatkan sanksi dan bahkan mengancam Venezuela dengan intervensi militer.

Meski de Zayas juga menyalahkan pemerintah Venezuela yang dipimpin Presiden Nicolás Maduro karena terlalu bergantung dengan minyak, kepemimpinan yang buruk dan korupsi, ia tetap meminta Pengadilan Kejahatan Internasional untuk mengivestigasi sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS.

Dalam laporannya yang ia klaim diabaikan oleh PBB, de Zayas menulis: “Sanksi ekonomi dan blokade modern sama saja seperti aksi pengepungan sebuah kota di abad pertengahan…. Sanksi abad 21 ditujukan bukan hanya untuk menghancurkan sebuah kota, tetapi juga negara-negara berdaulat untuk bertekuk lutut.”

Kepada The Independent, de Zayas menegaskan bahwa penjatuhan sanksi di Venezuela telah mempengaruhi masyarakat miskin dan menyebabkan kematian akibat kekurangan makanan, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya.

Menurutnya, taktik ini ditujukan bagi warga sipil yang paling rentan di suatu negara agar terjadi “kekacauan ekonomi dan perubahan rezim di Venezuela.”

Lebih jauh lagi, de Zayas membahas motif AS sebenarnya dalam mengobarkan “perang ekonomi” dan keputusan Trump pekan lalu ketika mengakui politisi oposisi Juan Guaido, sebagai presiden Venezuela yang sah.

“Apa yang dipertaruhkan di sini adalah sumber daya alam Venezuela yang sangat besar. Dan saya merasakan bahwa jika Venezuela tidak punya SDA [yang kaya], tidak akan ada yang peduli tentang [kepemimpinan] Chavez atau Maduro atau siapa pun di sana … Jika mereka [AS] menghancurkan pemerintahan sekarang dan mendirikan pemerintahan neoliberal yang akan memprivatisasi dan menjual segalanya,  banyak perusahaan transnasional akan berdiri untuk mendapatkan keuntungan besar dan AS memang disetir oleh perusahaan transnasional, ” paparnya.

“Bisnis AS dalah bisnis. Dan itulah yang membuat AS tertarik. Dan sekarang ini mereka tidak bisa membuat bisnis dengan Venezuela,” imbuhnya. (ra/mintpress)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account