Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Ratusan Ribu Warga Hongkong Gelar Aksi Tuntut Reformasi

Published 01/07/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Ratusan ribu demonstran memadati jalanan kota Hongkong, Selasa (1/7), menuntut reformasi politik di Hongkong.

Organiser aksi demonstrasi yang digelar setiap tahun untuk memperingati bergabungnya Hongkong dengan Cina tanggal 1 Juli 1997 itu menargetkan aksi tersebut akan menjadi “demonstrasi terbesar dekade ini”. Organiser juga menegaskan bahwa fokus dari aksi tersebut untuk memberikan tekanan kepada pemerintah pusat di Beijing untuk memberikan kebebasan penuh warga Hongkong untuk menentukan pemimpin mereka sendiri.

Aksi tersebut hanya berselang sehari setelah sebuah referendum online untuk menentukan pemilihan kepala pemerintahan mendapatkan dukungan hampir 800.000 suara. Pemerintah Hongkong dan Cina menyebut referendum yang berlangsung selama 10 hari itu sebagai “tidak berdasar”.

Aksi demonstrasi sendiri dimulai di Victoria Park, selanjutnya bergerak menuju ke pusat kota.

“Sentimen publik mencapai titik terendah sejak tahun 2003,” kata organiser demonstrasi, Johnson Yeung. “Saya percaya lebih banyak warga yang akan bergabung dengan pawai ini,” tambahnya.

Pawai serupa yang digelar tahun 2003 berhasil menarik massa sebanyak lebih dari 500.000, saat warga menolak RUU anti-subversi yang dianggap mengancam kebebasan warga Hongkong. RUU itu pun kemudian dibatalkan.

Polisi sendiri telah mengantisipasi aksi tersebut dan mengerahkan setidaknya 4.000 personil untuk menjaga keamanan. Demikian laporan BBC News, Selasa (1/6).

Sementara itu dalam pidato yang disampaikan menyambut kembalinya Hongkong ke Cina yang ke-17, pemimpin ekskutif Hongkong CY Leung mengatakan bahwa pemerintah telah mencoba dengan serius untuk melakukan reformasi politik sesuai aspirasi warga.

“Hanya dengan menjaga kestabilan Hongkong, kita bisa menjaga kesejahteraan ekonomi kita. Hanya dengan menjaga kesejahteraan Hongkong kita bisa meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” kata Leung dalam pidatonya.

Beijing telah mengumumkan akan menggelar pemilihan pimpinan eksekutif Hongkong pada tahun 2017, namun kandidat-kandidatnya telah ditetapkan oleh komisi yang dibentuk pemerintah.

Para aktifis menginginkan warga diberi hak sepenuhnya untuk memilih pemimpin mereka secara langsung.

Dalam referendum online yang digelar oleh kelompok yang menamakan diri “Occupy Central” itu publik diberi pilihan untuk menentukan pemimpin mereka sendiri secara langsung.

Saat ini di Hongkong berlaku sistem politik “satu negara 2 sistem” dengan kebebasan besar bagi rakyat HOngkong untuk mengatur urusannya sendiri kecuali untuk urusan pertahanan dan luar negeri. Sistem ini berlaku selama 50 tahun sejak tahun 1997.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account