Washington, LiputanIslam.com–Pasca respon kontroversial Donald Trump mengenai terorisme simpatisan neo-Nazi di Charlottesville, Virginia, Menlu AS Rex Tillerson menegaskan bahwa sang presiden hanya menyuarakan “pendapat pribadi”, dan bukan nilai-nilai Amerika.
Hal itu Tillerson katakan ketika ia muncul di acara “Fox News Sunday” untuk membicarakan topik tentang “nilai-nilai Amerika” di tengah menguatnya rasisme di negeri Paman Sam itu.
“Saya tidak meragukan nilai-nilai masyarakat Amerika,” kata Tillerson.
“[Bagaimana dengan] nilai-nilai sang Presiden?” tanya pembawa acara Chris Wallace.
“Presiden berbicara atas nama dirinya sendiri,” tegas Tillerson.
Trump telah menghadapi serangan publik karena gagal mengecam tragedi di Charlottesville baru-baru ini, di mana seorang demonstran anti-supremasi kulit putih ditabrak oleh mobil milik kelompok Neo-Nazi hingga tewas dan melukai 20 orang lainnya.
Sebagai respon, Trump malah menyalahkan “kedua” pihak atas bentrokan berdarah itu.
Pemerintah AS pun dikecam oleh PBB karena sikap mengenteng-entengkan mereka atas kasus rasisme dan supremasi kulit putih.
“Kami mengkhawatirkan demonstrasi rasis, dengan slogan rasis yang berlebihan, seruan dan salut dari nasionalis kulit putih, neo-Nazis, dan Ku Klux Klan, yang mempromosikan supremasi kulit putih dan diskriminasi rasial,” kata Anastasia Crickley, ketua Komite Eliminasi Diskriminasi Rasial (CERD) PBB, dalam jumpa pers minggu kemarin. (ra/presstv).