Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Rakyat di Timteng Impikan Demokrasi Ala Iran

Published 06/08/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Teheran,LiputanIslam.com-Hassan Rouhani diambil sumpah sebagai presiden Iran pada hari Sabtu (5/6), bertepatan dengan peringatan Konstitusi Iran ke-111. Prosesi pengambilan sumpah jabatan di parlemen Iran ini dihadiri lebih dari 170 utusan negara asing.

Presiden Iran dalam pidatonya mengulurkan tangan persahabatan kepada negara-negara tetangga. Namun, bisakah diharapkan bahwa mereka akan balas menggenggam tangannya? Barangkali ada baiknya kita melihat ini dari sisi lain.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan ideologi menjadi kendala dalam mengatasi persoalan antara Iran dan sejumlah negara tetangganya. Namun, persoalan negara-negara tersebut dengan Iran berakar pada hal lain, yaitu sistem pemerintahan republik di Iran.

Iran adalah satu-satunya negara kawasan yang telah mengadakan pemilu sebanyak usia revolusinya. Jika kita mengikuti proses dan hasil pemilu-pemilu tersebut, kita menyaksikan bahwa nyaris semua hasil pemilu meleset dari prediksi pengamat dalam atau luar negeri.

Bangsa Iran adalah rakyat yang pertama kali melakukan revolusi (rakyat terhadap monarki) dalam sejarah. Mereka telah berjuang sejak 111 tahun lalu untuk meraih apa yang telah kita saksikan saat ini.

Presiden Rouhani diambil sumpah di gedung parlemen yang pembangunannya telah diupayakan rakyat Iran sejak sepuluh abad lalu. Buah dari perjuangan mereka menjelma dalam prosesi pengambilan sumpah Rouhani; prosesi yang dihadiri oleh utusan dari hampir semua negara dunia. Kehadiran mereka menegaskan kebesaran pemilu Iran dan perjuangan rakyatnya selama 111 tahun.

Jelas bahwa dalam kondisi semacam ini, negara-negara yang rakyatnya belum pernah menyaksikan pemilu, tentu akan merasa sebal (tentu jika tidak keliru, salah satu dari negara-negara ini pernah mengadakan pemungutan suara sekitar 14 abad lalu. Pemungutan suara ini dilakukan guna mengetahui suku mana saja yang siap berpartisipasi untuk meneror Nabi Muhammad saw).

Dengan situasi seperti ini, banyak rakyat di negara-negara kawasan yang akan meminta untuk menyaksikan kondisi serupa dengan Iran. Tentu saja permintaan semacam ini akan membahayakan takhta para penguasa negara-negara tersebut.

Pada hakikatnya, inilah persoalan utama Amerika dengan Iran.

Sejak beberapa dekade, Amerika dan sekutunya (dengan paham Machiavelli yang mereka anut) berusaha untuk mendudukkan kaki tangan mereka sebagai penguasa di Timur Tengah. Mereka sama sekali tidak berniat untuk menghentikan tren ini.

Pasca keruntuhan Kekhalifahan Ottoman, rakyat di negara-negara Arab mengalami semacam kegalauan identitas  politik. Negara-negara Barat lalu memanfaatkan kesempatan ini dan menguasai negara-negara Arab tersebut.

Lantaran rakyat di negara-negara ini belum pernah menyaksikan model pemerintahan Islam, maka bagi mereka gagasan pemerintahan Islam tak lebih dari sebuah filsafat ideologis. Namun, dengan kesuksesan yang terus diraih Republik Islam Iran, mereka dapat melihat model sebuah republik Islam atau pemerintahan Islam yang bisa ditiru.

Jika rakyat di Timur Tengah menemukan model pemerintahan yang bisa ditiru, pasti mereka akan berupaya mewujudkannya di negara mereka. Praktis ini akan mengancam para penguasa monarki di kawasan ini. Banyak rakyat yang bermimpi rezim penguasa mereka runtuh dan digantikan dengan sistem seperti republik Islam. Dengan demikian, bukan hanya kekuasaan monarki yang akan runtuh, tapi juga hegemoni Barat dan Amerika.

Jadi, bisa dikatakan bahwa faktor utama permusuhan negara-negara kawasan terhadap Iran adalah sistem “demokrasi Islami” yang dianut Negeri Mullah. Melihat bahwa saat ini, sistem demokrasi Islami didukung oleh banyak pihak, musuh-musuh Iran tentu akan semakin sebal, apalagi saat menyaksikan prosesi pengambilan sumpah jabatan Rouhani.

Penulis: Emad Abshenash (alalam/sputnikpersia)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account