‘Rajut Persatuan Pasca Putusan MK’

0
186

Foto: Nusa Bali

Jakarta, LiputanIslam. Com—Putusan mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres telah dibacakan pada Kamis malam (27/6).

Berbagai entitas pemerintah maupun non-pemerintah pun meminta seluruh elemen masyarakat kembali merajut persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Salah satu himbauan datang dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan RI. Apalagi, menurutnya, dua kandidat capres Jokowi dan Prabowo Subianto telah menyampaikan pesan damai dalam pidatonya.

“Saya melihat komentar baik dari Bapak Prabowo Subianto, tadi sudah kita dengar sendiri, juga Bapak Jokowi, yang intinya sama, mari kita merajut persatuan dan kesatuan. Tadi Bapak Prabowo juga sudah menyampaikan kedamaian dan ketenangan,” kata Tito kepada detikcom di Posko Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Pernyataan lainnya datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dalam sebuah pernyataan,  Tjahjo Kumolo mengajak semua pihak untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Terutama pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai  permohonan gugatan hasil Pilpres 2019.

“Mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa untuk bersama-sama kita membangun bangsa, bersama-sama membangun Indonesia,” kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (28/6).

Himbauan lainnya datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu mengundang semua elemen masyarakat untuk menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Bidang Hukum dan HAM, Robikin Emhas, mengundang masyarakat untuk mendukung presiden dan wakil presiden memilih melalui peran dan fungsi masing-masing.(Ay/Detik/Indopos)

DISKUSI: