Puluhan Kitab Ulama Sunda Ditulis Ulang dan Diterjemahkan

0
246

Sumber: nu.or.id

Subang, LiputanIslam.com– Sebanyak 30 kitab karya ulama besar Sunda yang juga pendiri Pondok Pesantren Pagelaran Subang Jawa Barat, KH Muhyidin (Mama) di tulis ulang dan diterjemahkan. Puluhan kitab itu di tulis KH Muhyidin dengan aksara pegon sunda yang kemudian sekarang diterjemahkan dalam tiga Bahasa, yakni Indonesia, Arab dan Inggris.

Pengurus Ponpes Pagelaran 3, Afif Nurseha mengatakan bahwa Kiai Muhyidin termasuk ulama Sunda yang produktif menulis kitab. “Salah satu karya beliau adalah kitab ‘Miftahussa’adah fi Ma`na Kalimatais Syahadah fi Aqaidi Ahlissunah Waljamaah’ yang sudah ditulis ulang dengan bahasa sunda pegon, bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris,” ucapnya di Subang, seperti dilansir NU Online pada Senin (30/9).

Menurutnya, penulisan ulang dan penerjemahan kitab-kitab itu adalah program Wali (Wakaf Literasi) yang dicanangkan oleh Ridwan Kamil (Kang Emil) yang juga merupakan cucu dari Kiai Muhyidin sendiri. Kang Emil berkeingin pemikiran dan pesan damai dari para kiai dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Alhamdulillah semua karya Mama Pagelaran yang jumlahnya 30 kitab sudah diterjemahkan semua, namun saat ini pihak keluarga baru mem-publish Kitab Miftahussa`adah dulu, sisanya akan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Baca: KH A Suyuthi Guyangan, Kiai Sederhana dan Pencari Ilmu

Afif juga berharap kitab-kitab karya ulama dan kiai di berbagai daerah di Indonesia juga dilakukan hal yang sama. “Kitab-kitab ulama nusantara yang ada di Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan sebagainya sebaiknya melakukan hal seperti ini juga supaya misalnya kita orang sunda bisa memahami isi yang ada dalam kitab bahasa Jawa atau Bugis,” tambahnya. (aw/NU Online).

DISKUSI: