Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Produsen Ikan Terbesar Tapi Ekspor Ikan Rendah, Mengapa?

Published 27/06/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

IkanJakarta, LiputanIslam.com — Meski Indonesia adalah produsen perikanan ke-2 terbesar di dunia setelah China, namun ternyata Indonesia masih kalah dalam bidang ekspor perikanan dibanding negara-negara lain yang produksi ikannya lebih rendah dari Indonesia. Mengapa demikian?

Menurut Soenoto, penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan, masih rendahnya nilai ekspor hasil perikanan Indonesia lantaran produk yang dihasilkan dari sektor perikanan masih memiliki nilai tambah yang rendah sehingga sulit untuk bersaing dengan produk-produk asal negara lain.

“Produk perikanan kita masih butuh nilai tambah yang tinggi. Karena kita harus bersaing dalam hal nilai tambah produk dan kualitas,” katanya kepada Liputan6, 27 Juni 2014.

Menurut Soenoto, saat ini produksi hasil kelautan dan perikanan China mencapai 50 juta ton per tahun. Sedangkan Indonesia baru mencapai 13 juta ton per tahun. Sedangkan dari sisi ekspor produk perikanan, saat ini Indonesia masih berada pada peringkat 12 dari seluruh negara-negara pengekspor hasil perikanan.

“Dengan rangking kita sebagai produsen perikanan nomor 2, seharusnya kita juga menempati posisi 2 dalam hal ekspor,” lanjutnya.

Lantas, apa solusinya?

Menurut Soenoto, Indonesia perlu mendorong modernisasi dalam sektor perikanan ini. Hal tersebut telah dilakukan oleh Thailand dan Vietnam. Program ini terbukti berhasil dijalankan oleh kedua negara tersebut.

“Saat ini kita sudah harus berbicara soal modernisasi. Seperti di Vietnam, kerjasama antara nelayan, penambak, pengusaha dan pemerintah berjalan dengan baik. Disana kawasan perikanan mampu dikembangkan secara bersama-sama sehingga hal-hal seperti pasokan bibit berjalan lancar, pengembangan berjalan baik dan ada pengusaha yang bertugas mencari pasarnya,” tandasnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang sepertiga wilayahnya merupakan kawasan perairan memiliki potensi budaya perikanan yang sangat luas hingga mencapai total sebanyak 1,86 hektar. Dengan area yang begitu luas, membuka peluang untuk masyarakat Indonesia dalam pengembangan dan peningkatan produksi budidaya.

Untuk itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, menyatakan perlunya  pengawalan dengan sistem yang kuat secara efisien dapat menghasilkan ikan yang berkualitas dalam skala usaha masyarakat dengan tingkat kepastian iklim usaha yang tinggi, seperti dilansir Medan Daily, 27 Juni 2014.

Slamet menambahkan, budidaya ikan mengalami masalah yang krusial terutama pada jaminan bebas penyakit, bebas pencemaran, sehingga perlu dikawal oleh suatu sistem jaminan mutu.

Dibutuhkan penguatan di sektor pengolahan seperti dalam meningkatkan proporsi komoditas pengolahan terhadap total produksi atau dalam peningkatan jumlah manusia yang bekerja di sektor pengolahan tersebut. (ba)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account