Produksi Minim, Harga Cabai Diprediksi Meroket

0
121

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid memprediksi harga cabai akan mengalami kenaikan lantaran mininya produksi.

Abdul mengungkapkan, produksi cabai pada bulan Januari menurun karena tanaman di sentra-sentra produksi cabai di Pulau Jawa terserang penyakit tanaman. Penurunan produksi diperkirakan mencapai 50-70 persen.

“Perkiraanya di bulan November sudah ada hujan. Ternyata tidak ada, akhirnya banyak tanaman terganggu dan mati. Dampaknya sekarang,” ungkap dia, Selasa (7/1).

Baca: Harga Cabai Turun hingga Rp 2.350 per Kg

Menurutnya, produksi cabai akan kembali normal pada akhir Februari. Produksi pada bulan tersebut ditanam pada Desember lalu setelah adanya musim hujan.

“Kita harapkan panen akhir Februari tidak ada gangguan supaya hasil panen normal. Kita berharap semua bisa mengatasi penyakit tanaman yang ada.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi cabai besar pada Januari-Februari diperkirakan mencapai 179.612 ton. Jumlah tersebut surplus 14.676 ton dari kebutuhan pada bulan tersebut sebanyak 164.936 ton.

Dia meminta agar Kementan bisa mengamankan pasokan dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI) yang telah tersebar di 34 provinsi.  (sh/republika/ayobandung)

 

DISKUSI: