Polisi Israel Tangkap Gubernur Palestina di Yerusalem

0
155

Yerusalem, LiputanIslam.com–Polisi Israel menangkap Adnan Ghaith, gubernur Palestina di Yerusalem, dalam serangan fajar pada hari Rabu (27/2), demikian dilaporkan sebuah LSM lokal dan media setempat. Selain Ghaith, Israel menangkap 20 warga sipil lainnya.

“Gubernur ditangkap dalam serangan di rumahnya di lingkungan Silwan di Yerusalem,” demikian disampaikan Palestinian Prisoners Society (Perkumpulan Tahanan Palestina).

Ghaith termasuk di antara 21 warga Palestina yang ditangkap dalam serangan semalam yang dilakukan oleh pasukan Israel di Yerusalem Timur yang diduduki, kantor berita Maan melaporkan. Banyak dari mereka yang ditangkap adalah anggota gerakan Fatah di Yerusalem. Masih belum jelas mengapa gubernur ditangkap dan polisi Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Ghaith, yang ditunjuk oleh Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas pada Agustus tahun lalu, sebelumnya ditangkap beberapa kali oleh pasukan Israel, yang terakhir adalah pada November 2018. Pada Desember, ia secara singkat ditempatkan di bawah tahanan rumah dan kemudian dilarang memasuki kawasan pendudukan di Tepi Barat untuk periode enam bulan.

Sementara itu, juru bicara Fatah, Atef Abu Seif, mengecam penangkapan tersebut dan mengatakan bahwa langkah itu tidak akan melemahkan keinginan rakyat Palestina untuk memperjuangkan tanah mereka.

“Perjuangan untuk Yerusalem akan selalu menjadi pertempuran utama kami, meskipun ada upaya dari beberapa pihak untuk mengalihkannya hanya untuk melayani agenda negara pendudukan,” katanya.

“Rakyat kami dan kepemimpinan kami akan terus berjuang [untuk Yerusalem] sampai tujuan perjuangan nasional kami tercapai,” lanjutnya.

Penangkapan itu terjadi di tengah ketegangan di Yerusalem akibat serangkaian protes yang dilakukan warga Palestina dan penahanan puluhan aktivis Palestina oleh pasukan Israel awal pekan ini. Polisi Israel juga sempat menahan kepala Otoritas Wakaf Keagamaan, Sheikh Abdelazeem Salhab, bersama dengan wakilnya, setelah ia berdoa dengan warga Palestina lainnya di dekat gerbang al-Rahma di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

Para pengunjuk rasa Palestina mendatangi daerah yang telah ditutup Israel sejak tahun 2003; Israel menutupnya dengan alasan bahwa itu adalah rumah peninggalan sebuah organisasi yang diduga terhubung dengan sebuah kelompok bersenjata.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat kompleks Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Selanjutnya, Israel melakukan upaya-upaya untuk menguasai wilayah-wilayah kota Yerusalem seluruhnya kota pada tahun 1980, namun mendapatkan penentangan dari masyarakat internasional. (ra/aljazeera)

DISKUSI: