Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Polisi Cina Tembak 2 Warga Uighur yang Hendak Menyeberang ke Vietnam

Published 20/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

uighurBeijing, LiputanIslam.com — Polisi Cina menembak mati dua warga Uighur yang berusaha menyeberangi perbatasan  Vietnam, demikian media pemerintah melaporkan, Senin (19/1).

Sementara itu kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh penindasan yang terjadi di kampung halaman menyebabkan kedua anggota etnis minoritas itu melarikan diri.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara dengan mengutip China News Service, petugas menemukan sekelompok warga Uighur di dekat gerbang tol jalan raya dan dua orang yang dituduh telah mencoba menyerang para petugas dengan pisau, ditembak mati.

Uighur adalah etnis minoritas keturunan Turki dan sebagian besar beragama Islam. Provinsi Xinjiang yang menjadi kampung halaman etnis Uighur yang kaya sumber daya telah dilanda sejumlah aksi kekerasan dalam beberapa tahun terakhir dan semakin meningkat sejak tahun lalu.

Menyusul insiden ini, dua orang telah ditahan dan polisi masih mencari orang kelima di kota Pingxiang di wilayah selatan Guangxi. Demikian laporan lain dari Kantor Berita Xinhua seperti dikutip AFP.

Sedikitnya 200 orang tewas dalam serangkaian bentrokan selama tahun lalu di Xinjiang. Pihak berwenang menyalahkan ekstremis Islam dan separatis atas kasus-kasus itu, sementara warga menuduh pemerintah telah melakukan tindakan diskriminatif terhadap mereka dan berusaha menghapuskan identitas asli mereka.

Kelompok-kelompok HAM menyatakan bahwa perlakuan polisi yang keras pada etnis minoritas Uighur, serta kampanye pemerintah dan larangan terhadap praktik-praktik keagamaan seperti mengenakan kerudung, telah menyebabkan terjadinya aksi-aksi kekerasan.

“Cina menggunakan cara ekstrem seperti menembak dan membunuh orang-orang ini untuk mengintimidasi warga Uighur lain yang ingin melarikan diri,” kata Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia yang bermarkas di Munich.

“Ada hubungan langsung antara kebijakan represif Cina dan peningkatan percobaan melarikan diri,” tambahnya.

Ratusan orang yang diyakini warga Uighur ditahan di Thailand tahun lalu. Mereka mengklaim sebagai warga negara Turki untuk menghindari dikirim kembali ke Cina.

Warga Uighur seringkali ditolak permohonan paspornya oleh petugas dan karenanya berusaha untuk menyeberangi perbatasan selatan Cina, di mana jaringan penyelundupan manusia beroperasi. Perbatasan militer Xinjiang dan daerah pegunungan yang keras juga mencegah migrasi ilegal langsung ke Asia Tengah.

Beijing telah menanggapi aksi kekerasan di Xinjiang dengan tindakan keras dalam beberapa bulan terakhir, dimana ratusan penangkapan dilakukan dan sekitar 50 orang telah dihukuman mati sejak Juni tahun lalu.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account