Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman (kiri). Jurnalis Arab Saudi, Turki bin Abdulaziz al-Jasser (kanan). Sumber: Presstv

Riyadh,LiputanIslam.Com—Seorang jurnalis, Turki bin Abdul Aziz al-Jasser, yang vokal menyuarakan pelanggaran HAM kerajaan Arab Saudi dilaporkan meninggal akibat penyiksaan di penjara kerajaan.

Turki bin Abdul Aziz al-Jasser ditangkap pada Maret 2018 atas dugaan mengoperasikan akun twitter bernama Kashkool,  sebuah akun yang berani mengungkap pelanggaran HAM kerajaan Arab Saudi beserta para pejabatnya.

Sebuah sumber anonimous mengatakan,  seperti dikutip oleh Presstv pada Minggu (10/11) kemarin,  pihak twitter telah memberikan informasi tentang Jasser kepada kerajaan.

“Mereka (otoritas Saudi) mendapatkan informasinya dari kantor Twitter di Dubai. Dengan cara itu dia ditangkap,” katanya.

Menurutnya, Twitter sudah tidak aman lagi bagi para kritikus. “Semua orang berbicara di bawah ancaman dan tekanan. Akun para kritikus Saudi dimata-matai. Kami tidak aman menggunakan Twitter.” Ucapnya.

Sumber itu juga mengatakan, Saud al-Qahtani, mantan penasihat Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, adalah memimpin lingkaran mata-mata cyber dan memiliki kontak dengan “orang dalam” kantor Twitter di Dubai.

Baca: Meski Sedang Terkena Sanksi, Ekspor Aspal Iran Tetap Lancar

Qahtani dipecat usai terlibat dalam pembunuhan kejam seorang jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di dalam konsulat kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Pada September, Bin Salman mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu tetapi membantah dirinya telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi. (Fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*