Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diprediksi akan berada di angka 5 persen. Angka tersebut di bawah proyeksi APBN 2019 sebesar 5,3 persen.

Menurut Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen bukan sesuatu yang buruk.

“Sepakat dengan Presiden Jokowi bahwa angka pertumbuhan ekonomi pada tingkat 5 persen bukanlah sesuatu yang buruk,” kata SBY, Rabu (11/12).

Baca: Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di Angka 5 Persen

SBY menjelaskan, saat ini perekonomian dunia sedang melambat karena adanya ketidakpastian global. Melihat kondisi tersebut, angka 5 persen tidak terlalu buruk.

Akan tetapi, kata dia, ekonomi Indonesia pada 2020 harus tumbuh tepat sasaran di angka 5,3 persen. Untuk itu, pemerintah harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam hal ini, dia menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki perekonomian dalam negeri. Pertama, pemerintah harus meningkatkan investasi dunia usaha. Kedua, belanja pemerintah dan konsumen harus bisa dijaga, atau kalau bisa ditingkatkan.

Untuk poin kedua, dia menyebutkan, ada dua hal yang bisa dilaksanakan, yaitu penciptaan lapangan kerja baru dan memastikan agar jumlah anggaran perlindungan sosial memadai.

Selain itu, pemerintah harus terus berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ada beberapa sektor yang berpotensi berkembang, yaitu sektor industri, sektor perdagangan, konstruksi dan kepariwisataan.

Dia menuturkan, jika ekonomi Indonesia tetap saja rendah di bawah 6 persen, lapangan kerja baru sulit didapat, penghasilan dan daya beli rakyat sulit ditingkatkan, dan sulit untuk mengentaskan kemiskinan. (sh/tirto/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*