Perjanjian Kontroversial Iran-China, Perlawanan Besar terhadap Arogansi AS

0
116

LiputanIslam.com –  Mengapa perjanjian strategis rahasia Iran-China meresahkan Rezim Zionis Israel? Apakah perjanjian itu adalah dalam rangka kerjasama intelijen militer, ataukah sebatas investasi 400 miliar dolar di bidang infrastruktur, ataukah untuk keduanya? Kemudian apa yang akan didapat oleh China dari Iran? Pangkalan militer?

Untuk mengetahui seberapa krusial perjanjian rahasia Iran-China itu, yang beberapa rinciannya telah diungkap oleh surat kabar AS New York Times, layak dicermati reaksi gusar Israel yang ditunjukkan oleh pakar militernya, Amir Yar Shalom. Dia menyebut perjanjian itu sebagai satu langkah menuju Timur Tengah baru yang akan mendobrak blokade AS terhadap Iran.

Perjanjian yang dijalin antara pemerintah China dan Iran tanpa gembar-gembor itu mencakup kemintraan ekonomi dan keamanan yang menyeluruh serta memungkinkan masuknya investasi China senilai lebih dari 400 miliar dolar di sektor infrastruktur, energi, jalur kereta api, pelabuhan, dan industri militer Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan mendapatkan dari Iran suplai minyak murah dan teratur selama sekitar 25 tahun.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bersama sejawatnya dari China, Wang Yi, adalah arsitek perjanjian ini. Saat menanggapi kritikan dalam negeri atas perjanjian ini, Zarif memastikan negaranya tidak akan pernah mengizinkan China menempati bagian manapun dari wilayah Iran barang sejengkap. Dia menepis rumor bahwa perjanjian ini memperkenankan China mendirikan pangkalan militer di Pulau Kish, Iran.

Perjanjian ini akan membuka Jalur Sutra dengan arus balik antara Iran dan China, berpotensi menyelamatkan industri minyak Iran, dan mengabaikan sanksi AS yang menyurutkan ekspor minyak Iran dari 3 juta barel menjadi kurang dari 100,000 barel per hari. China mengimpor minyak 10 juta barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan industrinya, dan Iran dapat menyediakan 90 persen di antaranya dan meningkatkan volume produksinya secara bertahap menjadi lebih dari 8 juta barel per hari.

Beberapa poin penting dalam perjanjian ini telah diungkap beberapa hari lalu oleh media AS, termasuk mengenai kemitraan di bidang informasi intelijen, laporan dan pencitraan satelit, penyebaran jaringan seluler 5G untuk telekomunikasi, dan pembukaan pasar Iran untuk produk-produk perusahaan elektronik Cina Huawei.

Perjanjian ini mengusik dan bahkan sangat meresahkan Rezim Zionis Israel karena dapat mematahkan strategi AS yang selama ini menggunakan sanksi dan embargo ekonomi sebagai senjata untuk merongrong pemerintahan Iran dari dalam serta mendorong rakyat negara republik Islam ini untuk bangkit melawannya.

Perjanjian Teheran-Beijing itu merupakan reaksi terkeras China terhadap permusuhan dan perang dagang AS terhadap China. Sedangkan bagi Teheran, perjanjian ini akan menambah tekad tekadnya dalam upaya menyelamatkan ekonomi Iran sekaligus dalam memacu pengembangan industri militer melalui kerjasama dengan sebuah negara besar China yang memiliki segudang keahlian di bidang ini. (mm/raialyoum)

DISKUSI: