Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Perempuan AS Eks-ISIS Ditolak Kembali ke Negaranya

Published 21/02/2019 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

Washington, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri AS, Pompeo, mengatakan bahwa wanita asal Alabama, Hoda Muthana (24), yang telah bergabung dengan ISIS tidak dapat kembali ke AS. Sebelumnya, Hoda Muthana mengatakan dia menyesal bergabung dengan ISIS dan ingin kembali ke AS.

“Perempuan yang meninggalkan Alabama untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) di Suriah bukanlah warga negara AS dan tidak akan diizinkan untuk kembali ke Amerika Serikat,” demikian dikatakan Menlu Mike Pompeo, Rabu (20/2).

Dalam pernyataan singkat yang tidak memberikan rincian tentang keputusan itu dicapai, Pompeo mengatakan Hoda Muthana tidak memiliki “dasar hukum untuk mengklaim kewarganegaraan Amerika.”

“Hoda Muthana bukan warga negara AS dan tidak akan diterima di Amerika Serikat,” kata Pompeo.

“Dia tidak memiliki dasar hukum, tidak ada paspor AS yang valid, tidak ada hak untuk [membuat] paspor atau visa untuk bepergian ke Amerika Serikat,” lanjut Pompeo.

 

Baca: Remaja Putri Eks-ISIS Meminta Kewarganegaraan dari Belanda  

 

Muthana menceritakan dirinya menghindari tembakan penembak jitu dan bom pinggir jalan dan siap untuk membayar hukuman atas tindakannya, tetapi menginginkan kebebasan dan keselamatan bagi putranya. Suami Muthana adalah  petempur ISIS yang terbunuh dalam pertempuran.

Dalam sebuat surat tulisan tangan yang dirilis oleh pengacara keluarga Muthana, ia menulis bahwa dia membuat “kesalahan besar”.

“Selama tahun-tahun saya di Suriah saya melihat dan mengalami cara hidup dan efek perang yang mengerikan yang mengubah saya,” tulisnya.

Setelah meninggalkan rumahnya di pinggiran kota Birmingham pada akhir 2014 dan tiba di Suriah, Muthana menggunakan media sosial untuk memprovokasi kekerasan terhadap AS.

Dalam suratnya, Muthana menulis bahwa dia tidak memahami pentingnya kebebasan yang diberikan oleh AS pada saat itu.

Pengacara Muthana menyatakan bahwa perempuan itu telah dicuci otak secara online sebelum meninggalkan Alabama dan sekarang bisa menjadi sumber intelijen berharga bagi FBI. Namun, sepertinya FBI tidak tertarik untuk mengambilnya dari kamp pengungsi tempat dia tinggal bersama putranya. (ra/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account