Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Perdebatan AHWA Tidak Akan Membuat NU Pecah

Published 01/08/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

muktamar-nu-ke-33Jombang, LiputanIslam.com–Mekanisme pemilihan Rais ‘Aam dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang, Jawa Timur masih belum mendapat titik temu. Silang pendapat masih terjadi di internal NU. Sebagian pihak setuju menggunakan metode pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), begitu juga sebaliknya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengatakan, perbedaan pendapat yang terjadi dalam menentukan metode untuk pemilihan Rais ‘Aam merupakan sesuatu yang wajar. Perbedaan pendapat di NU, kata dia, bahkan selalu terjadi di setiap pembahasan apapun di internal ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

“Dari jaman dulu juga begitu, di NU (perbedaan pendapat) sudah biasa,” kata Marsudi, seperti dikutip Republika, Jumat (31/7).

Yeni Wahid: NU Tidak Akan Pecah
Sementara itu, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yakni Zannubah Arifah Chofsoh atau Yeni Wahid yakin jika konsep AHWA tidak akan membuat tubuh NU pecah.

“Saya kok yakin NU tidak mudah pecah dengan itu. AHWA mekanismenya mencapai mufakat, memilih pemimpin dengan musyawarah dan tidak ada yang negatif dari Ahwa,” katanya, seperti dikutip Republika (31/7).

Ia mengatakan perbedaan memang bisa saja terjadi dalam muktamar ini, namun ia berharap perbedaan pandangan itu bisa disampaikan dengan cara yang lebih bijak dan tidak perlu ada pertengkaran.

“Kalau ada perbedaan, sampaikan dengan baik, tidak perlu bertengkar. Jika niatnya untuk mat, pasti ada mekanisme lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan tantangan NU ke depan akan semakin kompleks, sebab bukan hanya mengurusi masalah internal dalam negeri, tapi juga luar negeri. Saat ini, berbagai masalah terjadi, salah satunya kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Untuk itu, ia berharap NU nantinya juga bisa mengawal peradaban dunia dan bukan hanya masalah internal bangsa. Berbagai macam gagasan dari NU diharapkan menjadi jawaban bagi berbagai macam persolana kekerasan di dunia yang mengatasnamakan agama.

Slamet Effendy: AHWA Bukan Kepentingan Tertentu

Panitia Muktamar NU Slamet Effendi Yusuf menampik sejumlah isu jika konsep AHWA sengaja dibuat untuk menguntungkan sejumlah pihak. Pun, saat pendaftaran baik mereka menyetorkan nama yang diusung menjadi AHWA atau tidak, tetap diterima.

Ia juga mengatakan, konsep AHWA adalah kesepakatan yang sudah lama dibahas sejak Muktamar NU ke-32 di Makassar. Konsep itu juga berdasarkan pengarahan dari almarhum KH Sahal Mahfudz.

“AHWA adalah kesepakatan di NU sejak pleno NU, sejak dari Makassar. Itu juga pengarahan Al-Mukarom KH Sahal Mahfudz,” ujarnya.

AHWA merupakan mekanisme untuk memilih Rais ‘Aam PBNU yang akan diterapkan dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang 1-5 Agustus mendatang. Keputusan itu lahir sebagai produk hasil Munas NU di Jakarta pada 14 Juni lalu. AHWA nantinya akan diisi oleh 9 ulama NU. Mereka yang masuk anggota harus memiliki keriteria beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah al Nahdliyah, wara’, zuhud, bersikap adil, berilmu, integritas moral, tawadlu’, berpengaruh, dan mampu memimpin.

Sejumlah nama sudah muncul ke permukaan untuk mencalonkan diri. Beberapa di antaranya KH Hasyim Muzadi untuk posisi Rais ‘Aam, serta KH Said Aqil Siradj, KH Sholahuddin Wahid, H As’ad Said Ali, dan H Muhammad Adnan untuk posisi Ketua Umum Tanfidziyah. (dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account