Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Perancis Tetap Tunda Pengiriman Kapal Perang Rusia

Published 26/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

kapal mistralParis, LiputanIslam.com — Perancis kembali membatalkan pengiriman kapal perang pesanan Rusia hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kapal pengangkut helikopter dan pasukan “Vladivostok” seharusnya sudah dikirimkan ke Rusia pertengahan November ini. Namun Perancis menunda pengirimannya “sampai keputusan mendatang”. Demikian laporan BBC News, Selasa (25/11) petang.

Presiden Francois Hollande menyalahkan terus berlangsungnya konflik di Ukraina dimana Rusia dituduh terlibat dengan mendukung pemberontak. Sedang Rusia tetap bersikukuh pada kontrak pengiriman dan mengancam akan melakukan langkah hukum jika kontrak pengiriman dilanggar.

Di bawah perjanjian yang ditandatangani Presiden Nicolas Sarkozy dalam kunjungannya ke Rusia tahun 2011, Perancis akan membuatkan 2 kapal pengangkut helikopter dan personil modern kelas Mistral dengan nilai pembelian sebesar 1,2 miliar euro atau hampir Rp20 triliun. Kapal pertama, Vladivostok, harus diserahkan pada pertengahan November 2014, dan kapal kedua Sevastopol setahun kemudian.

Pada September lalu Perancis mengumumkan penundaan pengiriman sesuai jadwal menyusul banyaknya tekanan negara-negara barat yang menyebut kondisinya belum tepat, terkait dengan krisis Ukraina yang berkelanjutan. Mereka khawatir, kapal tersebut akan digunakan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Kapal berbobot 21.300 ton itu mampu mengangkut 16 helikopter dan sepasukan marinir dengan persenjataannya.

Sejak Maret, AS dan Uni Eropa menerapkan sejumlah sanksi terhadap Rusia, menyusul aneksasi Rusia atas wilayah Krimea dan dugaan keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Sementara itu sejak Juni lalu Rusia telah mengirimkan 400 prajuritnya untuk berlatih menangani kapal tersebut di Saint-Nazaire dimana Vladivostok berlabuh.

Akhir Oktober lalu seorang pejabat penting Rusia mengatakan telah menerima undangan dari perusahaan pembuat Vladivostok untuk melakukan serah terima kapal. Namun hal itu dimentahkan oleh pernyataan Hollande hari Selasa (25/11) kemarin.

“Situasi di Ukraina timur belum memungkinkan bagi dilakukannya pengiriman,” kata Hollande.

Pada Oktober lalu, Hollande mengatakan bahwa “penghormatan terhadap keputusan gencatan senjata tanggal 5 September merupakan kondisi dasar bagi pengiriman”. Namun ternyata konflik bersenjata masih saja berlangsung hingga jumlah korban tewas mencapai 1.000 orang sejak gencatan senjata itu.

Sementara itu Rusia, meski sempat bersabar dengan penundaan itu, mengancam akan melakukan langkah hukum.

“Kami cukup puas, Perancislah yang tidak puas dan kami akan menunggu dengan sabar,” kata Wakil Menhan Yury Borisov kepada Ria Novosti beberapa waktu lalu.

“Jika mereka tidak mengirimkannya, kita akan ke pengadilan dan menjatuhkan hukuman,” tambahnya kepada kantor berita Tass.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account