Pengamat: Lakukan Bela Negara untuk Tangkal Radikalisme

0
133

Sumber: Independensi

Jakarta, LiputanIslam.com — Pengamat terorisme Letjen TNI (Purn) Agus Surya Bakti menyarankan warga negara untuk melakukan bela negara dalam rangka menangkal radikalisme.

“Untuk itu, warga negara mempunyai kewajiban untuk melakukan bela negara sesuai dengan profesi masing-masing dalam menangkal radikalisme,” katanya di Jakarta, Kamis (19/12), dalam menyambut Hari Bela Negara yang jatuh setiap tanggal 19 Desember.

Menurut dia, Bela Negara memiliki spektrum yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial hingga budaya.

Baca juga: Jelang Natal, Menag Minta Antarumat Beragama Rukun

Ia mengatakan bahwa dalam konteks zaman milenial seperti sekarang ini jika bicara bela negara tentunya sudah sangat jauh berbeda dengan pemahaman bela negara di masa lalu.

“Di era milenial sekarang ini yang namanya bela negara itu ada di dalam kehidupan kita masing-masing, seperti bagaimana kita membangun sebuah kehidupan di bidangnya masing-masing sesuai dengan profesi kita untuk mewujudkan yang terbaik. Itu wujud bela negara yang paling simpel dan paling mudah,” katanya.

Menurutnya, Bela Negara itu adalah sebuah kekuatan dari seluruh unsur masyarakat Indonesia dalam membela bangsa ini. Namun bukan berarti harus maju berperang, apalagi sekarang ini bukan zamannya perang. Perang sekarang adalah perang melawan kehidupan kita masing-masing. Seperti anak sekolah menyelesaikan sekolahnya, mahasiswa menyelesaikan kuliahnya, orang bekerja di pemerintahan, BUMN, swasta bagaimana harus bisa bekerja dengan baik agar hasilnya bisa menguntungkan terhadap semuanya. Kemudian tidak korupsi, lalu terbebas dari segala macam bentuk penyebaran paham kekerasan yang sekarang lagi masif di lingkungan kita seperti radikalisme negatif yang mengarah kepada terorisme. Jadi itulah wujud bela negara di era sekarang. Kalau kita bisa melakukan itu semua dengan baik maka kita bisa mengeliminir radikalisme. (Ay/Antara)

DISKUSI: