Peneliti: Pemerintah Harus Kaji Ulang Tarif Cukai Rokok

0
143

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Peneliti bidang Ekonomi The Indonesian Institute M Rifki Fadilah menilai, pemerintah harus mengkaji ulang kenaikan tarif cukai rokok karena bisa berefek panjang dan luas.

“Efeknya akan panjang, maka pemerintah saya rasa perlu mengkaji ulang,” kata Rifki, Jumat (13/9).

Dia mengatakan, keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok bisa berdampak terhadap penurunan permintaan dan penawaran tembakau.

Baca: Tarif Cukai Rokok Naik, Gappri: Itu Beratkan Industri Tembakau

Dia menjelaskan, sebelumnya kenaikan tarif cukai rokok tidak terlalu tinggi sehingga tidak berdampak signifikan terhadap permintaan dan konsumsi rokok.

Akan tetapi, kali ini kenaikan tarif cukai tinggi, yakni ditentukan sebesar 23 persen atau naik 13 persen dari sebelumnya. Hal ini akan membawa efek domino terhadap penurunan permintaan, penawaran, dan harga tembakau.

Menurutnya, kenaikan tarif tersebut ujungnya akan berefek pada penurunan kesejahteraan petani tembakau.

“Ujung dari skema kenaikan tarif ini akan memukul kesejahteraan petani tembakau. Kesejahteraan petani tembakau akan mengalami penurunan apabila terjadi kenaikan tarif cukai rokok kretek lantaran menurunnya demand tembakau dari produsen rokok kretek,” ujarnya.

Sementara itu, pertimbangan pemerintah dalam menaikkan tarif cukai rokok diantaranya adalah meningkatnya jumlah perokok perempuan dari 2,5 persen menjadi 4,8 persen serta perokok anak dari 7 persen menjadi 9 persen.

Selain itu, tingginya tarif cukai akan meningkatkan industri rokok ilegal. Rokok dengan pita cukai akan cenderung meningkatkan harganya sehingga perokok akan mencari rokok yang lebih murah. (sh/cnnindonesia/republika)

 

 

DISKUSI: