Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Pemerintahan SBY Gagal Menambah Lahan Sawah

Published 29/04/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

sawahDenpasar, LiputanIslam.com — Target pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menambah luas lahan sawah di Indonesia gagal total. Bahkan luas lahan selama sepuluh tahun masa pemerintahannya justru menurun.

Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengatakan, pada tahun 2004 SBY mencanangkan penambahan luas lahan sawah hingga 7 juta hektare.

“Saat itu di Indonesia luas lahan sawah masih sekitar 7,9 juta hektar,” katanya pada seminar pertanian organik di Gianyar, Bali, Selasa (22/4).

Namun, setelah sepuluh tahun masa pemerintahannya, luas lahan sawah justru menurun hingga hanya 7,3 juta hektar. Hal itu menunjukkan semakin lemahnya peran sektor pertanian dalam pembangunan bangsa dan kurangnya perhatian pemerintah.

Andreas setuju petani juga makin terbebani oleh tingginya pajak bumi dan bangunan (PBB) sehingga petani lebih baik menjual lahannya. Karena itu, lembaganya pernah memberikan penghargaan khusus kepada Idham Samawi pada saat menjabat Bupati Bantul karena berani memberikan subsidi pajak kepada petani.

Menurut dia, kebijakan pemerintah yang mengacu pada konsep ketahanan pangan tanpa mempedulikan asal-muasal bahan pangan harus diubah menjadi konsep kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan mengedepankan peran petani dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan dari negara luar.

Ahli pertanian organik dari Universitas Udayana, Luh Kartini, mengatakan pertanian organik harus menjadi alternatif pada masa depan. Sebab, masyarakat tidak hanya dicukupi pangannya, tapi juga mendapat pangan yang sehat.

Saat ini penggunaan pupuk kimia dalam proses produksi pertanian merupakan ancaman yang serius terhadap kesehatan masyarakat seperti terlihat dalam perkembangan penyakit kanker. Pertanian organik juga akan mengembalikan budaya pertanian yang menghargai alam dan menyeimbangkan kehidupan.

Pertanian konvensional dengan pupuk kimia, kata dia, telah menyebabkan kematian mikroorganisme dalam tanah, mencemari sungai, dan mengotori udara.

“Itu semua tak akan terjadi bila pertanian organik yang dikembangkan,” ujarnya.(ca/tempo.co)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account