Pejabat PBB Sebut Myanmar Harus Berikan Kewarganegaraan Kepada Rohingya

0
132

Rohingya, LiputanIslam. Com—Seorang penyelidik PBB mengatakan Myanmar harus memberikan kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya, yang telah melarikan diri akibat kondisi yang mengkhawatirkan di Bangladesh.

Muslim Rohingya, yang telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi, tidak mendapatkan hak kewarganegaraan Myanmar dan dicap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, yang juga menyangkal mereka sebagai warga negara.

Ribuan Muslim Rohingya terbunuh, terluka, ditangkap secara sewenang-wenang, atau diperkosa oleh tentara Myanmar dan gerombolan umat Buddha terutama antara November 2016 dan Agustus 2017. Oleh PBB tindakan brutal dan tak manusiawi ini disebut sebagai aksi genosida. Sekitar 800.000 orang Rohingya lainnya selamat saat melarikan diri ke Bangladesh, dan mereka tinggal di kamp-kamp yang sempit dan terancam dipulangkan secara paksa oleh pemerintah Bangladesh.

Tahun lalu, sebuah misi pencarian fakta PBB mengatakan kampanye melawan Rohingya sengaja dirancang dengan “niat genosida.”

“Saya telah melihat banyak kebrutalan di sepanjang hidup  saya, tetapi pemerkosaan dan pengusiran paksa warga Rohingya masih membuat saya terguncang,” kata Radhika Coomaraswamy, anggota misi pencarian fakta PBB pada  Rabu kemarin (26/6).

Baca Juga: Menlu Bahrain Serukan Dialog Terbuka dengan Israel

Dia mengatakan kewarganegaraan adalah akar dari krisis yang “mengerikan”.

“Sebelum Anda memaksa orang untuk kembali ke Myanmar, Anda harus memastikan kondisinya benar dan Rohingya akan memiliki … tahapan yang jelas untuk mendapatkan hak kewarganegaraan,” kata pejabat PBB itu.

“Masalahnya adalah desa mereka telah dibuldoser, tanpa menyisakan satu Batang pohon pun yang berdiri.” Tambahnya.

Coomaraswamy juga mendesak pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk menjadi seorang demokrat yang sesungguhnya seperti yang pernah dia katakan.

Suu Kyi adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian yang telah lama dipuji oleh pemerintah Barat sebagai ikon demokrasi. Tetapi ia tetap diam menghadapi kekejaman terhadap Rohingya oleh gerombolan militer dan Budha atau diam-diam dia mimilih untuk memihak militer.

Coomaraswamy berbicara pada konferensi global tentang kewarganegaraan di Den Haag. Dalam konferensi itu, ia menyoroti keadaan menyedihkan yang dialami umat Muslim Rohingya.(Fd/Presstv)

DISKUSI: