Asap mengepul dari pos penjaga di gerbang masuk kedubes di Baghdad. (AFP photo)

Baghdad, LiputanIslam.com—Sejumlah pejabat AS dari partai Demokrat menyalahkan Trump atas kejadian penyerbuan kedubes di Irak pada Selasa (31/12) kemarin.

Kedutaan AS di ibukota Irak, Baghdad, dievakuasi setelah ribuan demonstran berkumpul di luar gerbang bangunan untuk memprotes serangan militer Washington kepada Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU).

Aksi itu bahkan diwarnai pembakaran di pagar dan menara pengawas Kedubes AS, menyusul peristiwa serangan udara AS yang menggugurkan puluhan pejuang Irak anggota Brigade Hizbullah Irak, yang merupakan salah satu komponen utama al-Hashd al-Shaabi.

AS menuding Iran berada di balik serangan massa pengunjuk rasa tersebut, namun Iran membantahnya.

Beberapa pejabat dari partai Demokrat merespon kejadian ini dengan nada menyalahkan kepada Presiden Trump.

“Serangan terhadap kedutaan kami di Baghdad mengerikan tetapi bisa diprediksi,” tulis Senator Chris Murphy (D-Conn.) lewat cuitan di Twitter.

“Trump telah membuat Amerika tidak berdaya di Timur Tengah. Tidak ada yang takut pada kita, tidak ada yang mendengarkan kita. Amerika hanya bisa meringkuk di ruangan yang aman, berharap orang-orang jahat akan pergi. Benar-benar memalukan,” lanjutnya.

Senator Tim Kaine (D-Va.) juga men-tweet bahwa “malpraktik Trump di wilayah ini membuat kita kurang aman. Saatnya Kongres untuk menghentikan tindakan bodoh ini untuk berperang.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*