Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Pejabat Amerika Sebut Aktivis Lingkungan Sebagai “Teroris”

Published 28/10/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Washington, LiputanIslam.com—Sejumlah anggota Kongres AS menandatangani surat yang berisi permintaan kepada Jaksa Agung Jeff Sessions apakah ia dan Departemen Kehakiman bisa melakukan kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan yang memprotes pipa minyak.

Dalam surat itu, disebutkan pertanyaan kepada Sessions apakah undang-undang USA PATRIOT Act and Pipeline Safety Act mengandung aturan untuk menuntut para aktivis lingkungan sebagai teroris.

“Apakah serangan ke infrastruktur energi negara, yang menyebabkan ancaman ke kehidupan manusia, dan intimidasi perubahan kebijakan, dapat dilihat oleh Departemen Kehakiman sebagai [terorisme]?” tulis mereka dalam surat itu.

Salah satu pejabat Kongres dari Colorado yang menulis surat itu, Ken Buck, diketahui pernah menerima duit sekitar $400.000 dari perusahaan minyak dan gas selama karir politiknya. Sedangkan pejabat lain dari Texas, Henry Cuellar,  juga pernah mendapat hampir $600.000.

Mereka semua mengkritik tindakan para aktivis yang mencoba menutup aktivitas pembangunan pipa minyak dan gas.

“Meskipun beberapa aktivis mengaku sabotase yang mereka lakukan bertujuan untuk membuka kesadaran publik tentang perubahan iklim, mereka sebenarnya hanya menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan…” klaim mereka.

Menurut laporan dari OpenSecrets.org, Jaksa Agung Jeff  Sessions juga ternyata berteman baik dengan perusahaan-perusahaan tersebut karena “hampir $400,000 uang kontribusi dalam kampanyenya berasal dari industri minyak dan gas…”

Sessions bahkan menyebut zat karbon yang dihasilkan industri minyak dan gas “tidak begitu polutan.”

“Polusi Karbon itu CO2, dan itu sebenarnya tidak begitu polutan. Itu adalah makanan tumbuhan, dan tidak begitu merusak [lingkungan] kecuali mungkin menyebabkan kenaikan suhu,” kata  Sessions.

Pada tanggal 11 Oktober 2016, lima aktivis Amerika mengaku telah menutup lima pipa minyak di AS yang menyalurkan minyak dari Alberta, Kanada. Aksi itu dilakukan sebagai solidaritas terhadap suku pribumi yang tinggal di kawasan, seperti dalam kasus proyek Dakota Access Pipeline oleh perusahaan Energy Transfer Partners. Salah satu anggota suku Standing Rock Sioux, Iron Eyes, langsung ditangkap dengan dakwaan “memicu kerusuhan”.

“Melihat ancaman pipa minyak Dakota atas suplai air suku dan keluarga saya, saya tidak punya pilihan lain selain melawan di garis terdepan,”  kata Iron Eyes. “Pipa minyak itu terlalu sering bocor, dan upaya kami untuk menghentikan konstruksi [perusahaan] selalu diintervensi oleh Presiden Trump…”

Perusahaan Energy Transfer Partners diketahui memberi label aktivis lingkungan yang menghalangi Dakota Access Pipeline sebagai teroris. Mereka juga telah menuntut organisasi lingkungan seperti Greenpeace, Bank Track, Earth First!, dan lainnya. (ra/mintpress)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account