Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Para Pemimpin Eropa Cemas Sikapi Hasil Referendum Yunani

Published 06/07/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

uni eropa markasAthena, LiputanIslam.com — Sejumlah pemimpin Eropa, Senin (6/7), mulai menyikapi penolakan persyaratan dana talangan hutang oleh warga Yunani dalam referendum yang berpotensi membuat negara tersebut keluar sebagai pengguna mata uang euro.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, langsung menelepon Presiden Prancis, Francois Hollande, Minggu malam (5/7), setelah perhitungan suara referendum selesai. Mereka berdua menyatakan, keputusan warga Yunani harus dihormati dan mendesak pertemuan darurat antar anggota pengguna mata uang euro.

Sebelum bergabung dengan zona euro, Yunani merupakan negara yang menggunakan mata uang paling tua di dunia, drachma.

Sementara itu Presiden Uni Eropa, Donald Tusk, mengungkapkan perundingan mengenai hasil referendum Yunani akan digelar, Selasa (7/7).

Selain itu pada Senin pagi, kepala Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menggelar rapat tele-konferensi bersama kepala Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, dan Kepala Menteri Keuangan Negara Pengguna Euro, Jeroen Dijsselbloem.

Dijsselbloem sendiri mengatakan, hasil penolakan terhadap persyaratan dana talangan adalah hasil yang sangat disesalkan bagi masa depan Yunani.

Sementara itu di Inggris, pemerintah setempat berjanji akan “melakukan segala yang yang diperlukan” demi melindungi kestabilan ekonominya terkait dengan hasil referendum. Juru bicara Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, tim kabinet akan menggelar rapat, Senin ini, untuk membicarakan langkah selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, 61 persen warga Yunani menolak tuntutan yang diajukan oleh kreditur internasional yang akan memberi Yunani sejumlah dana segar untuk membayar hutang-hutangnya ke IMF yang jatuh tempo pada akhir Juni lalu.

Syarat-syarat tersebut adalah penghematan anggaran negara yang mencakup pemotongan dana pensiun dan juga kenaikan pajak.

Setelah referendum, Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, menegaskan, negaranya tidak bermaksud hendak keluar dari Eropa. Dia menekankan penggunaan mata uang euro tidak dapat dicabut.

“Ini bukan merupakan mandat untuk keluar dari Eropa, tapi adalah mandat untuk memperkuat perundingan demi kesepakatan yang terbaik,” kata Tsipras sebagaimana dilansir Antara.

Tsipras menjelaskan bahwa para kreditur, baik itu Bank Sentral Eropa maupun IMF, kini harus merundingkan restrukturisasi hutan Yunani yang berjumlah total 240 milyar euro.

Tinjauan secara umum, Yunani memang hampir berada di ujung krisis finansial. Jika tidak mendapat dana talangan dari kreditur Eropa, dengan keadaan hampir di ujung krisis finansial, Yunani bisa saja harus kembali menggunakan mata uang drachma agar perekonomian tetap berjalan.

Masa depan yang belum jelas tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran akan adanya penarikan dana masyarakat secara besar-besaran dalam waktu serentak yang kemudian berdampak pada krisis likuiditas dan hancurnya sistem perbankan.

Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah mulai menerapkan pembatasan penarikan uang dari bank. Warga Yunani tidak bisa mengambil uang lebih dari 60 euro dari mesin ATM dan tidak dapat mengambil tabungan deposito.

Jika Bank Sentral Eropa tidak menyalurkan euro kepada bank-bank di Yunani dalam satu atau dua hari ke depan, maka akan banyak perusahaan-perusahaan setempat yang terancam bangkrut.

Sebelumnya pada Kamis lalu, Yunani gagal membayar hutang senilai 1,5 milyar euro kepada IMF dan menjadi negara maju pertama yang melakukan hal tersebut.

Lalu pada Jumat, lembaga European Financial Stability Facility, yang memberi hutang kepada Athena senilai 144,6 milyar euro, resmi menyatakan Yunani sebagai negara bangkrut.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account