Online Shop Banjir Barang Impor, Mendag akan Revisi Tarif

0
186

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perdagangan (Mendag) akan merevisi tarif terhadap barang-barang impor yang masuk Indonesia. Hal ini diakukan seiring banyaknya produk impor yang masuk sehingga mengganggu produk dalam negeri.

Agus mengatakan, saat ini pengenaan produk impor hanya pada produk yang nilainya lebih dari 75 dolar AS. Sedangkan, produk yang nilainya di bawah angka tersebut tidak dikenakan tarif.

Dia melanjutkan, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2018 di mana disebutkan pembebasan bea masuk terhadap produk impor yang tidak melebihi FOB 75 dolar AS.

Baca: Indef: Produk Batik Lokal Tergerus Batik Impor

Mendag menuturkan, aturan tersebut akan direvisi karena mengganggu produk dalam negeri. Jadi, ke depan, produk dengan nilai di bawah 75 dolar AS juga akan dikenakan tariff.

“Saat ini kan lebih dari 75 dolar AS dikenakan tarif, sedangkan ke bawah tidak. Nah mungkin kami akan revisi karena aturan itu mengganggu produk dalam negeri. Jadi nggak 75 dolar AS lagi, tapi di bawah itu,” kata Agus, Senin (16/12).

Dia menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk merevisi kebijakan, khususnya untuk membatasi barang impor e-commerce atau online shopping.

Dia mengungkapkan, saat ini barang-barang impor banyak membanjiri e-commerce. Berdasarkan daa dari Dirjen Bea Cukai, sepanjang 2018, rata-rata jumlah barang kiriman impor melalui e-commerce meningkat 10,5 persen per bulan. Nilai transaksinya melonjak 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, dia mengatakan, selain merevisi kebijakan, Indonesia juga harus terus meningkatkan produk dalam negeri di e-commerce.

“Sekarang ini e-commerce banyak impor. Nah kita tingkatka produk domestik di e-commerce, kita galakkan karena di luar ada demand untuk produk Indonesia.” Ujarnya. (sh/merdeka/cnnindonesia)

 

 

 

 

DISKUSI: