Oman Sebut Akan Buka Kedubes di Palestina

0
125

Sumber: Egypt Today

LiputanIslam. Com—Oman mengumumkan pada Rabu (27/6) akan membuka kedutaan di wilayah Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina .

Seperti yang dilaporkan oleh AFP,  pengumuman itu bertepatan dengan konferensi ekonomi yang diprakarsai AS di Bahrain di mana pemerintahan Trump mengungkap bagian ekonomi dari rencana perdamaian Timur Tengahnya.

“Sebagai kelanjutan dari dukungan Oman untuk rakyat Palestina, Kesultanan Oman telah memutuskan untuk membuka misi diplomatik pada tingkat kedutaan besar di Negara Palestina,” kata kementerian luar negeri Oman melalui Twitter.

“Delegasi dari kemenlu Oman akan melakukan perjalanan ke Ramallah, tempat Otoritas Palestina, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna membuka kedutaan,” tambahnya.

Baca: Menlu Bahrain Serukan Dialog Terbuka dengan Israel

Merespon hal itu,  pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi mengatakan,”Kami pikir mungkin itu akan membantu kami mendidik pemerintah Oman tentang sifat sebenarnya dari pendudukan dan juga bekerja dengan Palestina secara langsung,” kata Ashrawi kepada wartawan.

Namun dia memperingatkan Oman agar tidak menggunakan kedutaan baru itu sebagai langkah untuk membangun hubungan formal dengan Israel

Delegasi PA untuk Oman mengatakan pembukaan kedutaan di Ramallah adalah “keputusan bersejarah”.

“Ini adalah langkah penting dan syarat dengan pesan mendalam, terutama saat ini, ketika masalah Palestina melewati tahap kritis,” kata Tayseer Farhat kepada AFP .

“Langkah ini mewakili dukungan politik dan moral,” tambahnya.

Oman secara tegas menyatakan tidak berpartisipasi dalam konferensi Bahrain. Namun, di masa lalu muncul laporan bahwa Oman pernah menawarkan diri untuk berperan sebagai mediator pembicaraan antara Israel dan PA.

Pada bulan Oktober tahun 2018, PM Israel, Benyamin Netanyahu melakukan kunjungan kejutan ke Oman dan bertemu dengan Sultan Qaboos bin Said.

Kunjungan ini disambung oleh Menteri Transportasi dan Intelijen Israel, Yisrael Katz, dan mempresentasikan rencana pembangunan kereta api antara Israel, Yordania, Arab Saudi.

Tahun lalu, menteri luar negeri Oman untuk urusan luar negeri, Yusuf bin Alawi bin Abdullah, mengadakan pembicaraan dengan ketua PA Mahmoud Abbas di Ramallah. Dia juga melakukan kunjungan langka ke kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Menteri luar negeri Oman mengatakan bahwa pembentukan negara Palestina yang berdaulat adalah syarat untuk normalisasi hubungan negaranya dengan Israel.(fd/Israelnationalnews)

DISKUSI: