Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Obama, Sang Raja Drone

Published 02/10/2016 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

obama-droneMinneapolis, LiputanIslam.com— Barack Obama kini menjalani masa-masa terakhirnya sebagai presiden. Akankah publik mengingatnya sebagai ‘Raja Drone’ yang melakukan aksi pembunuhan di balik kedok “kebijakan anti-terorisme”?

Dalam masa pemerintahan Obama, militer AS telah membunuh ribuan warga sipil dengan drone (pesawat tanpa awak), membunuh mereka yang tak bersalah, namun berada di waktu dan tempat yang salah.

Mungkin itulah mengapa ketika diumumkan pada Oktober 2009 bahwa Obama akan menjadi penerima Penghargaan Perdamaian Nobel, ia sendiri mengatakan bahwa   dirinya “kaget” dan merasa tidak pantas menerima pengharagaan itu.

Mari kita terlusuri dua serangan drone pertama yang diluncurkan Obama pada 23 January 2009 di Pakistan.

Sebuah drone milik CIA menghancurkan sebuah rumah. Media menyebutkan serangan tersebut sukses membunuh 10 militan termasuk militen asing, namun yang sesungguhnya terjadi adalah terdapat setidaknya 9 warga sipil yang terbunuh.

Satu-satunya korban yang selamat bernama Fahim Qureshi (14). Ia mengalami luka peluru di perutnya, retak tulang, dan kehilangan salah satu matanya.

Serangan drone kedua membunuh lima sampai sepuluh orang, dan semunya warga sipil.

Terbunuhnya orang-orang tak bersalah ini tidak menghentikan Obama untuk meluncurkan lebih banyak drone bersenjata selama masa kepresidenannya. Serangan-serangan tersebut kebanyakan dilakukan di Yaman, Pakistan, Somalia,  Afghanistan, Irak, dan Suriah. Biro Investigasi Jurnalis (BIJ) menyebutkan Pakistan menerima serangan drone terbanyak sejak 2004 yaitu sekitar 423 kali.

BIJ juga menyatakan “serangan drone yang diluncurkan Obama dalam setahun pertama masa kekuasannya berjumlah lebih banyak daripada masa kepresidenan Bush secara keseluruhan.”

“Sulit bagi AS untuk menghindari korban sipil, karena hal tersebut adalah resiko yang terjadi dalam setiap perang. Dan untuk keluarga para korban, tidak ada alasan legal yang bisa menjustifikasi kerugian mereka,” demikian kata Obama menanggapi kritik tersebut.

Tentu saja, tidak ada yang bisa meredakan rasa sakit para keluarga korban. Tetapi itu tidak berarti hal tersebut tidak layak dicoba. Langkah yang bagus untuk memulai barangkali dengan mengakhiri program yang melegalisasi pembunuhan sebagai pilar kebijakan AS dan menagih transparansi dan akuntibilitas dari pemerintah AS. (ra/mintpressnews)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account