Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Obama Kritik Tuan Rumah Myanmar

Published 13/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

obama myanmarYangoon, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama mengkritik reformasi Myanmar yang dianggap mengalami kemunduran dalam beberapa waktu terakhir.

Kritikan itu disampaikan Obama dalam wawancara dengan media Thailand Irrawaddy sebelum kedatangannya di Myanmar untuk mengikuti KTT ASEAN-AS di ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw, Rabu (12/11).

Sebagaimana laporan BBC News, Obama menyebut momentum reformasi di Myanmar telah mengalami perlambatan, bahkan di beberapa sisi mengalami kemunduran.

“Burma (Myanmar) masih berada pada tahap awal perjalanan jauh dan sulit reformasi dan rekonsiliasi,” kata Obama dalam wawancara itu.

Ia menyebutkan bahwa di beberapa segi telah tercapai kemajuan, seperti pembebasan tahanan politik, reformasi konstitusi, dan gencatan senjata dengan kelompok-kelompok pemberontak. Namun secara umum, perkembangan tidak secepat yang diharapkan masyarakat internasional.

Sejak tahun 2010, pemerintahan militer Myanmar telah berubah menjadi pemerintahan sipil, namun saat ini Myanmar masih dipimpin oleh mantan pemimpin militer. Bulan lalu, militer menembak mati seorang wartawan yang sering meliput kegiatan kelompok pemberontak Karen di perbatasan Thailand. Namun masalah paling serius yang menghambat reformasi politik Myanmar adalah pembersihan etnis warga Muslim Rohingya.

“Bahkan meskipun ada beberapa kemajuan di bidang politik dan ekonomi, di beberapa area terjadi pelambatan dan kemunduran reformasi,” tambah Obama.

BBC melaporkan bahwa masalah paling mendasar dari semua masalah itu adalah konstitusi Myanmar yang masih belum berubah, yang memberikan kekuasaan luar biasa besar kepada militer. Militer misalnya mendapat jatah 25% kursi di parlemen serta kekuasaan untuk melakukan veto atas perubahan konstitusi.

Konstitusi pula-lah yang mengakibatkan pemimpin oposisi populer Aung San Suu Kyi gagal menjadi presiden meski partainya, Liga Nasional Demokrasi, memenangkan pemilihan umum tahun 2012. Konstitusi melarang seorang warga negara yang beristri atau bersuami orang asing untuk menjadi presiden, dan Suu Kyi bersuamikan warga Inggris.

Sementara itu kunjungan Obama ke Myanmar kali ini adalah untuk kedua kalinya sejak kunjungan pertama November 2012, yang menjadi kunjungan pertama seorang Presiden AS di Myanmar.

Setelah bertemu Presiden Thein Sein, hari Jumat besok (14/11) Obama juga akan bertemu Suu Kyi.

“Saya merasa tertarik untuk mendengarkan pendapat-pendapatnya tentang proses reformasi konstitusi, pemilu tahun depan, dan bagaimana masyarakat internasional termasuk AS membantu pemilu berjalan transparan dan terbuka,” tambah Obama.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account