Benny Gantz, pimpinan aliansi Yisrael Beitainu bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah meminta rival politiknya, Benny Gantz dan Avigdor Lieberman, untuk menggalang persatuan nasional dengan tujuan memperluas wilayah kedaulatan Israel hingga meliputi Lembah Jordan.

Seruan ini disampaikan usai Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyampaikan pengumuman kontroversial terkait permukiman ilegal Israel yang oleh AS tak lagi dipandang ilegal.  Pada Senin (18/11) lalu, Israel menyambut hangat pengumuman tersebut dan memuji Amerika telah meluruskan kesalahan sejarah.

“Saya telah meminta pimpinan Aliansi Biru dan Putih, Benny Gantz, dan pimpinan Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman untuk membuat pemerintah berdasarkan persatuan nasinal guna melindungi Israel dan mencaplok Lembah Jordan,” ucap Netanyahu pada Selasa (19/11) kemarin.

Pertemuan Netanyahu dan Gantz telah berlangsung pada Selasa kemarin. Saat ini, Gantz telah memegang mandat membentuk aliansi agar syarat 61 kursi parlemen terpenuhi. Pada akhir Oktober lalu, Hantz telah menghubungi Lieberman untuk membentuk koalisi.

Baca: Amerika Mulai Legalkan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Putusan Amerika untuk melegalkan permukiman ilegal Israel mendapatkan kecaman banyak pihak. Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengecam putusan itu dan menyebut langkah Amerika hanya akan mengancam stabilitas regional.

Menurut Konvensi Jenewa, Israel dilarang membuat permukiman di wilayah-wilayah kependudukan.

PBB, seperti halnya Uni Eropa juga menyebut permukiman Israel sebagai tindakan melanggar hukum internasional. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*