Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Nasib Erwiana, Bukti Lemahnya Pemerintah

Published 19/01/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

2126418Unjuk-Rasa-untuk-Erwiana780x390Saat Erwiana berangkat ke Hong Kong pada Mei 2013, tak terbayangkan olehnya bahwa dirinya akan mengalami nasib yang sangat buruk. Dia terbang ke Hong Kong melalui jasa PT Graha Ayu Karsa yang memiliki kantor cabang di Ponorogo. Sebelum berangkat, Erwina harus menjalani masa penantian panjang, hidup delapan bulan di penampungan.

Sejak kedatangannya, Erwiana disiksa majikannya hingga kepulangannya pada pekan lalu ke Indonesia. Saat ini Erwiana sedang dalam perawatan di rumah sakit.

“Majikannya setiap hari memukuli Erwiana,” kata Sringatin, Wakil Ketua Persatuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong.

Selain memukuli, majikan Erwiana juga hanya mengizinkan dia tidur empat jam sehari dan mengharuskan Erwiana membersihkan rumah sesuai dengan urutan yang sudah ditentukan.

“Jika Erwiana membersihkan toilet sebelum kamar tidur, maka majikannya langsung memukul. Jika majikannya memanggil dan Erwiana terlambat merespon, dia juga akan dipukul,” ujar Sringatin.

Sringatin menambahkan, sang majikan membiarkan Erwiana pulang ke Indonesia setelah dia tak mampu lagi bekerja karena luka-lukanya. Saat pulang, Erwiana hanya diberi uang sebesar 70 dollar Hongkong atau sekitar Rp 107.000. Kepulangan Erwina ke Indonesia dibantu oleh rekan-rekannya sebangsa. Saking parahnya luka yang diderita Erwina, dia bahkan tak mampu berjalan sendiri di bandara. Kasus ini kemudian terungkap setelah foto-foto Erwiana dengan luka-luka di tangan, kaki, dan wajahnya menyebar di antara komunitas warga Indonesia di Hongkong.

Ironisnya, pemerintah Indonesia belum bersuara. Yang berjuang justru kelompok-kelompok advokasi pekerja migran di Hong Kong. Mereka menggelar dua unjuk rasa pekan ini untuk membawa kasus yang mereka sebut sebagai “perbudakan modern” itu diketahui publik. Atas desakan kelompok-kelompok ini, kepolisian Hong Kong menyatakan segera melakukan penyidikan jika menerima laporan dari agen penempatan tenaga kerja terkait penyiksaan terhadap pekerja.

Saat ini terdapat sekitar 312.000 pekerja domestik asing di Hong Kong. Separuh dari jumlah itu berasal dari Indonesia dan sebagian besar adalah perempuan. Sementara separuh sisanya didominasi PRT dari Filipina. Amnesti Internasional melaporkan, para pekerja migran itu dieksploitasi demi keuntungan di Hongkong. Agen perekrutan menahan dokumen mereka dan mengenakan biaya mahal untuk pengiriman ke Hongkong dengan iming-iming gaji tinggi.

“Mereka dieksploitasi dalam kondisi kerja paksa,” demikian laporan Amnesti Internasional.

Kasus Erwina telah menambah panjang deretan penghinaan yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia oleh bangsa-bangsa lain. Baru-baru ini, seorang TKW diperkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di Penang, Malaysia. Dan lagi-lagi tidak ada langkah tegas perlindungan yang diberikan pemerintah.

Direktur Eksekutif Migrant Institute Dompet Dhuafa, Adi Candra Utama, berkomentar, kasus Erwiana ini mencerminkan lemahnya pengawasan Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Salah satu buktinya, nasib Erwiana luput dari perhatian pemerintah dan baru terekspos setelah rekan-rekannya sesama buruh migran bergerak membantu.

’Intinya, ada masalah sistemik yang berhubungan dengan tata kelola penanganan TKI,’’ ujar Adi. (liputanislam.com/kompas/republika)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account