Mutu Beras Bulog Turun, Mantan Mentan: Bulog Terlambat Menyalurkan

0
118

Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Perum Bulog akan membuang 20 ribu ton beras karena mengalami penurunan mutu. Mutu beras tersebut turun sehingga tidak layak dikonsumsi.

Menurut Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyanto, penurunan mutu beras Bulog terjadi karena Bulog terlambat menyalurkan beras ke masyarakat. Jika beras tersebut disalurkan untuk raskin, kebutuhan pascabencana atau operasi pasar, maka kondisi tersebut tidak akan terjadi.

“Belum pernah terjadi seperti ini. Dulu seimbang antara yang masuk dengan yang keluar,” kata Anton, Jumat (6/12).

Baca: Kementan Pastikan Stok Beras Aman Sampai 2020

Selain itu, dia menilai, tidak seimbangnya beras yang masuk dan keluar tidak disebabkan oleh kelebihan suplai impor. Menurutnya, hal itu terjadi karena stok minimal cadangan beras pemerintah (CBP) harus ditetapkan sebanyak dua juta ton. Untuk itu, kata dia, seharunya Bulog menyalurkan beras ke masyarakat.

“Out-nya terlambat. Sekarang programnya apa? Kenapa tidak disalurkan itu beras,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, salah satu faktor yang membuat beras mengalami penurunan mutu adalah terhambatnya penyaluran program bantuan pangan non-tunai (BPNT).

“Yang 20 ribu itu bukan saya gak bisa serahkan untuk BPNT, itu karena harus sudah tahun 2017. Mau diapain sekarang udah berapa tahun itu udah hampir tiga tahun ya pasti rusaklah,” ujarnya.

Selain itu, dia menyebutkan, beras tersebut tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah menjadi produk lain seperti tepung dan pakan ternak.

“Beras bukan untuk dibuang. Tidak. Kita bicara soal pangan. Jadi beras sesuai keputusan Mentan 38, ada aturannya menghitung umur beras. Barang mati saja ada penyusutan, mobil, meja, ada perhitungan penyusutan, apalagi pangan,” jelasnya. (sh/republika/gatra/cnbcindonesia)

 

DISKUSI: