Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Monopoli Media Massa Digugat

Published 27/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

media massaJakarta, LiputanIslam.com — Partai Demokrat melalui jubirnya, Ruhut Sitompul mengklaim bahwa merosotnya perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2014 lalu adalah akibat monopoli media oleh segelintir orang. Karenanya ia menggugat bentuk monopoli tersebut. Suara-suara yang menyerukan diakhirinya bentuk monopoli media juga disampaikan berbagai pihak lain.

“Kami Partai Demokrat, (adalah) korban monopoli yang dilakukan penguasa media massa. Kami sadar akan hal ini, dan kami tidak cepat menindak para penguasa yang melanggar UU Penyiaran,” kata Ruhut kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/5).

Ruhut berharap, dalam sisa waktu kekuasaannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menegakkan UU Penyiaran dengan menindak tegas pemilik media yang memonopoli dan mengalihkan frekuensi.

“Saya sepakat monopoli harus diakhiri karena ini sangat merugikan partai kami dan partai yang tidak memiliki media,” katanya.

Sementara itu peneliti LIPI Siti Zuhro juga membenarkan salah satu pemicu merosotnya perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2014 adalah pembentukan informasi yang dimonopoli segelintir penguasa media.

“Presiden SBY tak lagi bisa mencalonkan diri di Pilpres 2014, mengakibatkan perhatian publik, lembaga survei, dan media lebih tertuju ke tokoh-tokoh lain,” kata Siti Zuhro.

Menurut Siti, salah satu penyebab merosotnya perolehan suara Partai Demokrat adalah media telah mengalihkan perhatiannya ke sosok lain yang dinilai lebih menjanjikan, selain kasus korupsi yang mendera elite-elite partai tersebut. Sementara kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY menjadi kurang fenomenal karena isu kepemimpinan dan program-program yang acap tersandera DPR.

Terkait beralihnya perhatian media, Siti mengatakani itu akibat pembentukan informasi yang dimonopoli segelintir penguasa media, sedangkan pemerintah membiarkan begitu saja padahal jelas-jelas melanggar UU Penyiaran.

Menurut Siti, pemberitaan masif lawan politik tentang korupsi oleh para kader Partai Demokrat karena ketidaktegasan SBY menindak para penguasa media yang memonopoli dan pemindahan frekuensi televisi seenaknya.

“Untuk menghentikan monopoli media. Inilah saatnya Presiden SBY melakukan penegakan hukum secara maksimal, menghukum para pemilik media yang melakukan praktik monopoli,” katanya.

Menurut Siti, jika saja Presiden SBY menegakkan UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, maka tidak akan ada monopoli media yang berdampak pada anjloknya elektabilitas Demokrat.

Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika segera melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait putusan uji materi Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Penyiaran.

MK dalam keputusannya memerintahkan pemerintah dan KPI segera menertibkan praktik-praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang dilakukan oleh perseorangan atau satu badan hukum.

Keputusan MK ini menjawab gugatan Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP) atas kasus praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi, padahal UU Penyiaran tegas melarang kepemilikan lebih dari satu frekwensi di satu provinsi dan anya membolehkan kepemilikan dua frekuensi pada dua provinsi berbeda.

MK juga memerintahkan pemerintah segera menelusuri besaran kepemilikan saham lembaga penyiaran swasta yang telah melakukan praktik monopoli dan pemindahtanganan frekuensi.

Praktik-praktik seperti ini, menurut MK, bukan masalah konstitusi, melainkan karena gagalnya pemerintah menjalankan UU Penyiaran.(ca/antara)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account