Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Meski Kaya Gas Alam, Pemerintah Pilih Impor Elpiji

Published 10/09/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Foto: Liputan6
Foto: Liputan6

Jakarta, LiputanIslam.com — Pertamina telah menetapkan kenaikan harga elpiji 12 kg mulai hari ini, Rabu, 10 September 2014, mulai pukul 00.00 WIB. Dengan adanya kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar Rp 1.500 per kg, maka harga jual Elpiji 12 kg di pasaran sebesar Rp 114.300 per tabung.

Mengapa harga elpiji naik?

Sebagian besar kebutuhan elpiji mesti diimpor. Tahun ini kebutuhan Elpiji kita mencapai 6 juta metrik ton. Sedangkan produksi di dalam negeri hanya menghasilkan 2,3 metrik ton. Untuk menutupi, Indonesia impor dari Timur Tengah.

Sebenarnya, sebelum adanya konversi minyak tanah ke Elpiji pada tahun 2007, Indonesia sempat mengalami surplus elpiji. Saat itu, produksi elpiji mencapai 1,2 juta metrik, sedangkan kebutuhan nasional hanya 800.000 ton.

“Kilang elpiji terbatas, sedangkan kebutuhan bertambah sehingga kita harus impor,”ucap Direktur Gas MPH Migas, Djoko Siswanto, seperti dilansir Majalah Detik, 8-14 September 2014.

Menurut Djoko, nilai impor elpiji pertahun, menembus angka 75 triliun. Dan lantaran impor, harga elpiji tidak hanya dipengaruhi oleh pasar internasional, tetapi juga oleh kurs rupiah. Saat rupiah jatuh, maka biaya impor pun melejit.

Padahal dilain pihak, Indonesia adalah negara yang kaya akan gas alam. Itulah sebabnya, Joko menyarankan agar beralih ke gas alam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Keluarga Ana, tidak pernah ambil pusing dengan kenaikan harga elpiji. Rumahnya telah tersambung dengan pipa  Perusahaan Gas Negara. Harga gas alam yang ia gunakan untuk masak sehari-hari menjadi sangat murah.

“Memakai gas pipa alam lebih murah dan aman dibandingkan elpiji, setiap bulan juga ada petugas yang datang mengontrol,” jelasnya.

Setiap bulan, ia hanya membayar seniai 27.000 rupiah, dan paling mahal saat penggunaanya naik, ia membayar tidak lebih dari 35.000 rupiah. Meski Indonesia sangat kaya gas alam, penggunaannya untuk rumah masih terlalu sedikit. Indonesia lebih banyak menggunakan elpiji, yang diimpor besar-besaran.

Gas murah ini tidak bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Berbeda dengan elpiji yang bisa dikemas dalam tabung, gas alam harus disalurkan ke rumah-rumah melalui pipa. Jaringan pipa transmisi (dari  tambang sampai pusat distribusi) hanya terentang di Sumatera sampai Jawa Barat dan jaringan lain lagi ada di Jawa Timur. Sedangkan jaringan pipa distribusi—yang bisa sampai ke rumah—hanya ada di segelintir kota besar dan sekitarnya.

Dan guna membangun pipa gas untuk 4.000 pelanggan, diperlukan biaya sekitar 20 miliar, sehingga para perusahan gas lebih senang menanamkan modal di sektor industri ketimbang memasok gas untuk rumah tangga yang membutuhkan waktu lima tahun untuk balik modal.

Ironisnya, gas alam yang terdiri dari metana (CH4) yang melimpah di Indonesia, dijual murah ke negara lain, terutama China. Lalu, Jusuf Kalla, yang kala itu menjabat sebagai wapres, ‘memaksa’ rakyat untuk beralih menggunakan elpiji. Sedangkan untuk menggunakan elpiji, pemerintah harus menggelontorkan 75 triliun per tahun.

Dilo Seno Widagdo, Presiden Direktur PT PGAS Solution, mengatakan harus ada dukungan pemerintah  untuk memangkas proses perizinan dalam  pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas. Sebagaimana pemerintah Iran, yang ‘memaksa’ rakyatnya untuk menggunakan gas alam untuk keperluan rumah tangga dengan melakukan pembangunan pipa gas. (ph)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account