Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Menteri Susi: Tak Usah Takut Tenggelamkan Kapal

Published 05/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

kapal susiJakarta, LiputanIslam.com–Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pantang menyerah dengan upayanya untuk menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan. Baginya, tak ada kata hubungan bilateral bagi kapal-kapal asing ilegal “pengeruk” ikan.

“Di sini tidak ada urusan bilateral, ini urusan undang-undang negeri Indonesia,” ujar Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti dikutip Kompas, Senin (5/1/2014).

Susi menjelaskan, di belahan dunia mana pun tidak ada negara yang memperbolehkan kapal asing mengambil ikan di wilayahnya. Jadi, hanya di Indonesia kapal-kapal asing bisa seenaknya mengambil ikan di laut. Oleh karena itulah Susi membuat kebijakan yang tegas yaitu dengan menenggelamkan kapal-kapal asing penangkap ikan tersebut.

Baginya, ketegasan tersebut bukanlah cermin bangsa yang barbar melainkan bangsa yang berdaulat. “Pengusaha protes ya, tapi diplomat (negara lain) gak bisa protes, dan tidak usah takut. Tidak usah takut kita ini disebut bangsa barbar. Loh orang TKI (tenaga kerja Indonesia) kita dipulangkan begitu saja kok,” kata Susi.

Bahkan, kata dia, pada bulan Desember lalu Vietnam sempat meminta perlindungan 1.928 kapalnya, dengan 13.000 anak buah kapal (ABK) asal Vietnam di laut Natuna. “Bayangkan sebenarnya besar Vietnam tapi punya kapal 1.928 di sini. Bayangkan (berapa banyak) kapal Cina atau Thailand,” ucap dia.

Selain penenggelaman kapal pencuri ikan, ada alternatif kapal tersebut dilelang. Namun, ini tidak menyelesaikan masalah karena seringkali kapal itu dibeli lagi oleh pemiliknya melalui tangan ketiga. Atau, kapal dijual dengan sangat murah. Hal ini membuat Susi geram.

“Di Meulaboh, kami minta ditinjau kembali empat kapal Thailand yang dilelang dan dimenangkan oleh saudara Hendri dari Muara Baru, Jakarta. Saya minta tinjau ulang PK-nya,” ujar Susi.

Susi menjelaskan, empat kapal yang dilelang di Aceh merupakan kapal Thailand yang ditangkap pada tahun 2014 lalu. Kata Susi, harga keempat kapal tersebut yaitu Rp 136,5 juta, Ulam 5 Rp 127 juta, Ulam 7 Rp 96 juta dan Ulam 9 Rp 104 juta.

Kegeraman Susi juga dilatarbelakangi penjualan kapal tersebut yang hanya Rp 100 juta. Padahal kata dia, harga sebenarnya empat kapal tersebut adalah Rp 800 juta lantaran kapasitasnya yang mencapai 200 gross ton.

Oleh sebab itu, Susi mengaku akan berkoordinasi dengan instansi lainnya agar mampu menindak lanjuti pelelangan tersebut. “Bagusnya mengkaramkannya di laut, jadi kapal-kapal itu tidak bisa ke mana-mana,” tandasnya. (fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account