Menko Darmin: Pelemahan Rupiah Tidak Mengkhawatirkan

0
128

Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/5) melemah 32 poin atau 0,22 persen menjadi Rp 14.455 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.423 per dolar AS.

Sejak April 2019, mata uang garuda ini terus melemah terhadap dolar AS hingga saat ini. Bahkan, pelemahan rupiah diperkirakan masih berlanjut.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pelemahan rupiah pada awal pekan ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan belum berdampak besar bagi ekonomi Indonesia.

“Ya memang situasinya sekarang lebih dinamis. Setelah tadinya mulai agak tenang mendekati Rp 13.900 (per dolar AS). Sekarang kan lebih dinamis lagi. Kalau mengkhawatirkan sih tidak,” kata Darmin, Selasa (14/5).

Menurut Darmin, faktor pemicu pelemahan kurs rupiah kali ini lebih banyak dari sisi eksternal karena kondisi ekonomi global terus bergerak. Satu per satu sentimen di pasar uang kerap bermunculan dan mempengaruhi gerak rupiah. Salah satunya adalah perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

“Ada tekanan baru. Market (pasar) itu kan tidak seluruhnya rasional, kadang ada sentimen-sentimennya,” ujarnya.

Dia menuturkan, pemerintah akan terus memantau kondisi ekonomi global dan mengantisipasinya dengan menguatkan ekonomi domestik.

Hal tersebut dilakukan dengan mendorong lebih banyak realisasi investasi, baik domestik maupun asing. Tujuannya adalah agar industri di semua sektor bisa mendapat suntikan modal dan roda produksi bergerak lebih kencang. Khususnya, industri berbasis ekspor dan pariwisata.

“Kami lihat ada beberapa daerah yang pas untuk mendorong pariwisata, industri atau agrobisnis,” ucapnya. (sh/republika/cnnindonesia)

DISKUSI: