Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di kisaran 2,2 persen.

Angka ini masih di bawah patokan yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU tersebut menyebutkan bahwa batas masimal defisit anggaran adalah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan terus menjaga agar defisit anggaran 2019 tidak melebar dari angka 2,2 persen.

Baca: Defisit Anggaran Melebar, Ekonom: Sumber Pendapatan Negara Belum Digali Maksimal

“Kami tetap akan menjaga defisit ada di kisaran yang sudah disampaikan di 2,2 persen. Kami akan jaga di sekitar itu dan itu kami optimis,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (13/12).

Dia menyatakan, pihaknya akan memaksimalkan seluruh sumber penerimaan dalam dua minggu ke depan, seperti belanja, bea cukai, divide, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Pokoknya nanti kami selesaikan seluruhnya dua minggu ini akan kami lihat pergerakan dari seluruh belanja yang bisa confirm, yang tidak bisa confirm, yang bisa cair, yang tak bisa cair,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil telah meminta kementerian dan lembaga negara untuk melakukan efisiensi karena defisit anggaran melebar sebesar 2,2 persen dari PDB.

“Setiap kementerian dan lembaga jangan mengeluarkan yang tidak perlu, karena biasanya tidak pernah kekurangan ide brilian membuat program baru, bikin ini, bikin itu,” kata dia.

Untuk informasi, saat ini, penerimaan negara baru mencapai Rp 1.5089 triliun atau baru 69,7 persen dari target APBN 2019 sebesar Rp 2.168,1 triliun. Meski baru 69 persen, tapi pemerintah tidak akan memangkas belanja. (sh/republika/rmco)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*