Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Mengapa Trump Marah Kepada Pakistan?

Published 03/01/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Islamabad, LiputanIslam.com—Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan kemarahannya kepada Pakistan. Dalam cuitan pertamanya pada tahun 2018 di Twitter, ia menulis AS telah “dengan bodoh memberikan Pakistan bantuan lebih dari $33 milyar dalam 15 tahun terakhir.”

Trump mengecam Pakistan karena “tidak memberikan kami apa-apa selain kebohongan & penipuan, dan berpikir pemimpin kami bodoh.”

Pakisan dituding memberikan tempat yang aman bagi teroris yang “kami kejar di Afghanistan, dengan bantuan yang sedikit…”

Lantas, ada apa sesungguhnya alasan di balik sikap Trump terhadap Pakistan?

Seorang ahli politik dan jurnalis asal London, Adam Garrie mengatakan dalam wawancara dengan Press TV pada Selasa (2/01/18), Pakistan menempatkan Cina sebagai sekutu paling penting, dan bukan AS. Pasalnya, Beijing mengizinkan Islamabad untuk menjalankan kebijakan luar negeri yang independen.

Garrie mencatat, Pakistan juga terus menjalin hubungan yang baik dengan Republik Islam Iran yang merupakan musuh bagi Negeri Paman Sam.

Mengenai kegagalan Amerika Afghanistan, ia menilai hal itu adalah kesalahan orang-orang AS sendiri, yang datang ke Afghanistan pada tahun 2001 tanpa mandat yang nyata sama sekali.

“Sejak awal itu sudah menjadi bencana total,” katanya.

“Mereka [AS] bilang, mereka mencoba mengejar Bin Laden meski Taliban telah mengatakan pada 2001 bahwa mereka akan menyerahkan Bin Laden kepada AS jika protokol tertentu dicapai, dan pemerintah Pakistan sudah hampir pasti mau bekerjasama, jadi seluruh premis keberadaan AS di Afghanistan terlalu dipaksakan sejak awal…” tuturnya.

Menurut Garrie, apa yang sesungguhnya terjadi adalah, AS menginginkan ladang mineral yang sangat kaya di bawah permukaan tanah Afghanistan. Afghanistan adalah negara yang sangat kaya di bawah permukaan, dan karena itulah AS menjadikan negara itu sangat miskin dan berbahaya di atas permukaan tanah.

Saat ini, catatnya, terjadi pembentukan aliansi perdamaian baru di kawasan yang dipimpin oleh Cina, Rusia, Pakistan, dan Iran. Aliasi ini menginginkan AS keluar dari Afghanistan dan melihat stabilitas keamanan di kawasan. Sementara secara ekonomi, Cina berencana membangun One Belt One Road, yaitu jalur rute perdagangan melalui Afghanistan yang akan menghubungkan banyak negara termasuk Tajikistan, Pakistan, Iran dan lainnya.

“AS telah mengetahui hal ini dan mereka ingin mereka [Pakistan] berhenti, karena AS hanya bisa menggunakan kekuatan bully-nya kepada negara-negara yang bergantung secara ekonomi,” lanjutnya.

Kini, melihat sikap Trump kepada Pakistan, sudah jelas bahwa kemarahannya diakibatkan negaranya yang mulai kehilangan pengaruh di Pakistan.

“Hilanglah sudah masa-masa kediktatoran militer di Islamabad yang dibuat AS,” ujarnya. “Pakistan perlahan memperoleh kembali negara dan kedaulatannya.” (ra/presstv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account