Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Menelisik Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Published 04/08/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

erdogan-jokowiPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Indonesia selama tiga hari pada 31 Juli hingga 2 Agustus. Kunjungan Erdogan ke Jakarta sebenarnya bukan pertama kali. Erdogan tercatat sebelumnya sudah tiga kali bertandang ke Indonesia ketika menjabat Perdana Menteri. Namun, dalam kapasitasnya sebagai Presiden, kunjungan kali ini adalah perdana.

Agenda kunjungan Erdogan di Indonesia adalah peningkatan kerja sama ekonomi, intelejen, dan keamanan. Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Erdogan membahas soal kerja sama penanggulangan Islamic State of Irak and Syria (ISIS). Menurut Jokowi, kerjasama ini dilakukan karena banyak warga negara Indonesia yang menuju Suriah melalui Turki untuk bergabung dengan ISIS.

“Oleh sebab itu, tadi kita juga minta agar ada kerja sama intelejen, kerja sama informasi dan kita juga minta ada nanti yang kita tempatkan di sana,” kata Jokowi usai bertemu dengan Erdogan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 31 Juli 2015.

Isu ISIS juga menjadi hal yang disorot oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam konfrensi pers bersama Jokowi. Menurut dia, saat ini di kawasan Timur Tengah mengalami masa sulit, terutama di Suriah, Irak, Iran dan Mesir karena disebabkan oleh serangan ISIS. Apalagi pengikut ISIS juga ada yang berasal dari Indonesia. Erdogan mengajak Indonesia bekerjasama menghalangi arus jihadis ke Turki.

Sikap Erdogan ini tentu menarik dikaji. Mengingat, sejak awal konflik Suriah tahun 2011,  justru Turki-lah yang menjadi fasilitator bagi kelompok-kelompok bersenjata, mulai dari Free Syrian Army, kelompok jihad Al Nusra, hingga ISIS yang baru terbentuk belakangan. Bahkan senator AS, John McCain dan tentara AS masuk diam-diam bertemu dengan FSA dan Al Nusra dengan melewati Turki.

Keterlibatan Turki dalam mendukung kelompok teroris transnasional ISIS sudah tidak dapat dibantah lagi. Video yang dilansir oleh DW, kantor berita Jerman, memperlihatkan realita tersebut. Tampak truk-truk sarat muatan, yang berisi makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya melintasi perbatasan Turki. Barang-barang itu diturunkan di suatu tempat, yang tidak jelas siapa yang mengambilnya. Namun awak kargo meyakini, barang-barang itu akan diambil oleh ISIS. Menurut DW, barang-barang dari Turki yang berhasil diselundupkan ke Suriah jika diuangkan berkisar 1 miliar dollar. Minyak, senjata, dan para petempur, sering kepergok melintasi perbatasan Turki –Suriah. Saat ini, relawan Kurdi mulai berpatroli di daerah tersebut guna menghambat pasokan tersebut jatuh ke tangan ISIS.

Seperti pernah diberitakan Liputan Islam, surat kabar Turki BirGün merilis pengakuan seorang mantan ISIS yang mengatakan bahwa kawanan bersenjata yang bercokol di Suriah dapat dengan leluasa keluar masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki tanpa ada kendala apapun.Anggota ISIS berusia 29 tahun yang tak disebutkan nama atau julukannya itu mengaku bergabung dengan ISIS pada tahun 2014. Sejak itu dia sendiri sudah dua kali ke Turki, dan selama sembilan bulan ikut berperang di barisan pasukan ISIS di Irak dan Suriah.“Karena ISIS berperang melawan PKK (Partai Pekerja Turki yang beroposisi terhadap pemerintah Turki), Turki tidak menerapkan kendala apapun bagi keluar masuk ISIS melalui perbatasan Turki-Suriah,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan ISIS juga akan terlibat konflik dengan Turki, dia mengatakan,“Karena dapat keluar masuk melalui wilayah Turki, ISIS memandang negara ini sebagai sahabat. Ini fakta.”

Dia menambahkan, “ISIS memandang pemerintah Turki sebagai pemerintahan thaghut, namun tidak menghendaki perang atau operasi militer melawan Turki. Di pihak lain, karena ISIS memerangi PKK, Turki menyediakan kemudahan bagi lalu lalang ISIS.”

Kebijakan standar ganda pemerintah Ankara terkait ISIS mengundang kritikan dari negara-negara sekutunya di Barat serta kubu-kubu oposisi Turki sendiri. Lalu bagaimana sikap Indonesia? Tentu saja, kita ambil yang sesuai dengan kepentingan NKRI. Keberadaan anggota ISIS di Indonesia sangat membahayakan karena kita tentu tidak ingin menjadi Suriah atau Irak. Kerjasama dengan Turki, terutama di bidang intelijen, dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi WNI yang menjadi anggota ISIS untuk kemudian diproses hukum secara tegas di Indonesia. (dw/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account