Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Pengamat: Media Massa Tidak Bisa Lagi Berbohong Soal Suriah

Published 27/12/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

christmast-in-aleppoLiputanIslam.com–“Whoa” demikian tulis seorang blogger saat membaca sebuah artikel dari Reuters yang menceritakan bagaimana kaum Kristiani di Aleppo merayakan perdamaian dan harapan untuk pertama kalinya setelah 5 tahun kota itu dikuasai para teroris.

Sang blogger heran karena tidak biasanya Reuters memberitakan hal yang benar dan positif tentang Suriah. Media-media mainstream selama lima tahun terakhir memang memotret Suriah sebagai negeri tertindas oleh rezim sehingga perlu diselamatkan oleh para “mujahidin” yang mendapat suplai dana dan senjata dari negara-negara Barat dan Teluk.

“Saya sejujurnya tidak pernah berharap melihat Reuters menyajikan artikel yang sesuai fakta, karena selama ini secara terus-menerus semua laporan media Barat selalu berbasis pada kebohongan dan ideologi politik,” tulisnya.

Namun memang demikianlah yang terjadi. Pemberitaan media-media mainstream, yang diikuti oleh media-media terkemuka di Indonesia terlihat bergeser. Misalnya, merdeka.com menulis, “Warga Kristen dan Muslim Gembira Rayakan Natal di Aleppo”, detik.com menulis “Ribuan Warga Aleppo Rayakan Kemenangan Rezim Melawan Pemberontak”. CNN Indonesia masih bernada miring dengan menyebut ‘loyalis Assad’ alih-alih ‘rakyat Aleppo’. Media tersebut menulis berita foto berjudul “Loyalis Assad Rayakan Kemenangan Tentara Suriah di Aleppo”.

Bahkan mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Robert Ford terlihat seperti menjilat ludahnya kembali. Ford adalah salah satu arsitek Perang Suriah. Namun dalam wawancaranya denga BBC pekan lalu, dia mengatakan, “Yang harus dilakukan Inggris adalah 3 hal: kita harus berhenti mendukung oposisi yang gagal dan terpecah-pecah, kita harus menghentikan sanksi ekonomi demi membantu rakyat Suriah, dan kita harus bekerja sama dengan Rusia untuk penyelesaian politik.”

musa-kazhimPengamat Timur Tengah, Musa Kazhim, menilai bahwa perubahan sikap media mainstream terjadi berkat kemenangan tentara Suriah di Aleppo.

“Kemenangan Aleppo memang sebuah titik balik. Sebagian media mainstream dunia mulai mengubah narasi dan membocorkan sebagian fakta yang selama ini mereka tutup rapat, ihwal apa yang sebenarnya terjadi di Aleppo khususnya, dan Suriah pada umumnya,” kata Musa.

Menurut Musa, perayaan puluhan ribu warga saat Aleppo direbut kembali oleh tentara Suriah sama sekali tidak bisa ditutup-tutupi. Fakta bahwa mereka sangat bergembira saat kota mereka terbebas dari kepungan teroris yang selama ini memberlakukan aturan “syariat” versi mereka, serta menghalangi bantuan kemanusiaan, menunjukkan dengan jelas pihak mana yang sebenarnya merupakan penjahat.

“Media tidak bisa selalu bohong karena ada kaidah dalam berbohong: tidak mungkin berbohong setiap saat dan kepada setiap orang,” ungkap Musa.

(Baca: Terbongkar Lagi Hoax Aljazeera)

Media mainstream memang punya rekam jejak kebohongan yang amat masif terkait Perang Suriah. BBC sejak awal perang sudah melakukan pembohongan publik dengan menggunakan foto mayat anak-anak Irak (korban tentara AS) dan menyebutnya sebagai korban senjata kimia di Houla (dan menggiring opini bahwa Assad adalah pelakunya). Aljazeera membuat video liputan palsu terkait penyelamatan “korban bom di Aleppo”. Video liputan yang terindikasi kuat palsu juga dilakukan oleh BBC dalam film dokumenternya Saving Syria Children.  Berbagai kebohongan itu dengan cepat diketahui dan diberitakan oleh media-media alternatif.

“Kebohongan media mainstream terkait konflik Suriah juga sudah terlalu tampak, terlalu sering diverifikasi, dan akhirnya mereka tidak punya bahan lagi untuk berbohong,” ujar Musa.

Mungkin karena itulah, di samping juga fakta di lapangan yang menunjukkan Assad di atas angin, membuat sebagian media berbalik arah.(fa)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account