Beirut,LiputanIslam.com—Gelombang aksi massa pada Rabu (13/11) kemarin telah melumpuhkan Lebanon. Para demonstran mengamuk usai Presiden Michel Aoun marah dan meminta mereka berhenti melakukan aksinya.

Sebulah pasca meledaknya gelombang aksi massa, Lebanon masih tetap terjerembab di dalam krisis ekonomi dan politik tanpa ada tanda-tanda lahirnya kabinet baru yang menggantikan kabinet Sa’ad Hariri.

Bank yang sempat ditutup pada pertengahan Oktober lalu, kembali ditutup minggu ini dengan alasan keamanan. Aktivitas transfer ke luar Lebanon telah diblokir, dolar AS semakin langka, dan nilai mata uang dalam negeri semakin turun.

Meskipun aksi sebelumnya berlangsung damai, sejak Selasa malam usai Presiden Lebanon, Michel Aoun, dalam wawancaranya mengatakan Lebanon akan menghadapi bencana jika aksi tidak kunjung berhenti, massa pun bergejolak dan satu orang tewas usai mengalami bentrokan dengan aparat kepolisian.

Baca: Kelompok Jihad Islam Sepakati Genjatan Senjata Bersyarat dengan Israel

Pada Rabu, massa kembali turun dan memblokade jalanan. Di hari itu, pertempuran pecah di daerah Jal al-Dib, dekat Beirut. Para demonstran berhadapan dengan para pendukung Aoun dan orang-orang yang marah akibat ditutupnya akses jalan.

Kantor berita nasional (NNA) melaporkan seorang pria melintas di antara para demonstran di Jal al-Dib dan menembakkan senjata ke udara. Laporan itu menyebut, para demonstran mengambil senjata dari pria itu dan merusak mobilnya. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*