Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Marinir AS di Filipina Ditahan Setelah Diduga Membunuh Warga Lokal

Published 22/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

marinir as filipinaManila, LiputanIslam.com — Seorang anggota marinir AS yang berbasis di Filipina telah ditahan setelah diduga membunuh seorang wanita transgender lokal di sebuah hotel tanggal 12 Oktober lalu. Namun ketidak hadirannya dalam pemeriksaan telah memicu kemarahan warga Filipina.

Joseph Pemberton diduga telah membunuh Jennifer Laude, seorang wanita transgenger lokal, yang jasadnya ditemukan di sebuah kamar mandi hotel. Ia mangkir dari pemanggilan penyidik hari Selasa (21/10) dan  pengacaranya berdalih bahwa kehadirannya tidak diperlukan.

Keluarga Laude telah menyerukan kepada pemerintah AS untuk menjamin proses keadilan atas kasus ini. Demikian laporan BBC News.

“Kami berharap Amerika akan membawanya keluar. Mereka melindungi manusia yang tidak berharga,” kata Julita Laude, ibunda korban pembunuhan kepada wartawan.

Pemberton disebut-sebut tengah dalam persiapan meninggalkan kota pelabuhan Olongapo di utara Filipina, tanggal 11 Oktober lalu, setelah mengikuti latihan militer bersama AL Filipina, ketika ia bertemu Jennifer Laude di sebuah bar.

Polisi mengatakan, keduanya meninggalkan bar dan masuk ke kamar hotel dimana Jennifer ditemukan tewas di kamar mandi keesokan harinya. Diduga kuat ia telah dijerat lehernya.

Di bawah perjanjian Visiting Forces Agreement (VFA) dengan Filipina, AS diberi hak untuk menahan sendiri personil militer AS yang terlibat kejahatan di negara itu.

Saat mangkir dari pemanggilan polisi pada hari Selasa, pengacara Garcia Flores, mengatakan bahwa kliennya tengah mempelajari kasus yang dituduhkan kepadanya dan ia tidak perlu hadir secara langsung dalam pemeriksaan.

Namun Fe de los Santos, kepala penyidik kasus ini, mengatakan bahwa Pemberton harus datang pada pemanggilan berikutnya tanggal 27 Oktober.

“Kehadiran anggota marinir itu akan memberikan penilaian baik atas kemauan pemerintah AS untuk memenuhi Visiting Forces Agreement,” katanya.

Menyusul mangkirnya Pemberton dari pemeriksaan, Selasa (21/10) malam Marinir AS mengatakan telah memindahkan Pamberton ke kamp Aguinaldo, Quezon City, yang menjadi markas militer AS di Filipina.

Dalam pernyataannya militer AS menyatakan akan bekerjasama dengan pemerintah Filipina, namun “penting untuk diingat bahwa seseorang yang dituduh melakukan kejahatan tetap dianggap tidak bersalah sampai pengadilan memutuskan”.

Tahun ini AS dan Filipina menandatangani perjanjian 10 tahun yang mengijinkan kehadiran militer AS yang lebih besar di Filipina dengan kemudahan akses lebih besar ke pangkalan, pelabuhan dan pangkalan udara militer.

Perjanjian itu dilakukan di tengah hubungan Filipina dengan Cina yang memburuk terkait wilayah sengketa di Laut Cina.

Namun kalangan nasionalis mengkritik perjanjian itu, menganggapnya sebagai pelecehan kedaulatan Filipina dan tidak memberikan keuntungan apapun kepada Filipina.

Kematian Laude semakin menguatkan suara-suara menentang perjanjian militer Filipina dengan AS, dan para demonstran menuntut Filipina untuk mencabut perjanjian VFA.

Pada hari Senin (20/10) Presiden Filipina Benigno Aquino mengatakan kasus itu tidak boleh merusak hubungan kedua negara, sementera Menlu AS John Kerry mengatakan bahwa AS tidak menghendaki adanya kekhususan bagi warganya, melainkan hanya untuk melindungi hak-haknya.

Sampai saat ini masih belum ada kejelasan apakah Pemberton akan hadir dalam pemeriksaan selanjutnya.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account