Washington, LiputanIslam.com–Mantan senator AS menyebut kematin Jenderal Qassem Soleimani merupakah “tragedi besar” sebab ia adalah tokoh yang berperan mengalahkan ISIS dan Al-Qaeda. Untuk itu, AS sebetulnya tidak sedang melawan terorisme.

Soleimani tewas pada hari Kamis (2/1) dalam serangan udara di luar Bandara Internasional Baghdad. Tak lama setelah kejadian, Gedung Putih mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam sebuah wawancara kepada RT pada hari Jumat (3/1), mantan senator Virginia, Richard Black, menyebut pembunuhan akan “menimbulkan perang baru — kali ini, terhadap rakyat Iran.”

Black menekankan betapa tindakan AS itu adalah kesalahan besar karena Soleimani adalah tokoh penting yang berhasil mengalahkan ISIS dan Al-Qaeda di Suriah.

“Kita sesungguhnya tidak sedang berperang melawan teror. Saya takut bahwa kita sebetulnya adalah pelaku teror itu sendiri,” katanya.

Pejabat yang pensiun pada akhir 2019 itu memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah, mengingat klaim AS sejak dulu bahwa perubahan rezim di Iran adalah tujuan akhir mereka.

“Saya berdoa semoga kita mundur dari peperangan besar,” tambah Black. “Baik tentara kita maupun rakyat kita punya suara untuk menghentikan itu.”

Black pernah bertugas di Marinir AS selama Perang Vietnam. Ia kemudian menjadi kritikus keras terhadap keterlibatan AS di Suriah selama masa jabatan terakhirnya di Senat Virginia. Pada 2014, ia berterima kasih kepada Presiden Suriah Bashar Assad karena telah menyelamatkan orang-orang Kristen dan Yahudi dari Al-Qaeda dan ISIS. Tahun berikutnya, ISIS menjulukinya “Tentara Salib Amerika” dan memasukkannya ke dalam daftar musuh. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*