Sumber: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan bukan karena aparat keamanan kebobolan, melainkan tindak terorisme memang selalu hit and run.

“Masa setiap terjadi kebobolan? Memang kegiatan terorisme begitu. Main hit and run, lari sembunyi,” kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (13/11).

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya akan langsung menindak, termasuk mencari jaringan pelaku teroris itu.

Mengenai terduga pelaku bom bunuh diri yang merupakan anak muda, Mahfud mengakui subjek dan kualitas pelaku teroris selalu bertambah.

Baca juga: Sekjen PBNU Kecam Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

“Dulu orang tua, dewasa. Sekarang ada perempuan. Yang satu di Sidoarjo. Kedua yang menusuk Wiranto itu. Lalu ada anak-anak, lalu sekarang anak muda. Pokoknya kita harus waspada,” katanya.

Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, diidentifikasi berinisial RMN dan berstatus sebagai mahasiswa berumur 24 tahun. RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota Medan.

Identitas pelaku tersebut diketahui dari hasil investigasi tim Inafis bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Hasil tersebut dikuatkan dengan hasil identifikasi DNA pelaku yang dicocokkan dengan DNA kedua orang tua pelaku. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*