Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Lolos dari Hukuman Mati, Terpidana di AS Tewas Serangan Jantung

Published 30/04/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

death-penalty_full_600Oklahoma, LiputanIslam.com — Otoritas Oklahoma, Amerika Serikat menunda eksekusi mati terhadap salah satu narapidananya. Namun, akhirnya narapidana ini tewas akibat serangan jantung sekitar 40 menit setelah eksekusi mati ditunda.

Penundaan ini dilakukan karena ada masalah dengan obat suntik yang digunakan dalam eksekusi mati. Sekitar 13 menit setelah narapidana bernama Clayton Lockett ini disuntik, dia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan mulai bergumam. Dokter yang ada di lokasi langsung menghentikan proses eksekusi mati.

“Kami meyakini bahwa pembuluh darahnya meledak dan obatnya tidak bekerja seperti seharusnya. Direktur memerintahkan penundaan eksekusi,” terang juru bicara penjara Oklahoma, Jerry Massie seperti dilansir Reuters, Rabu (30/4).

Namun tak diduga, sekitar 40 menit setelah proses eksekusi ditunda, Lockett terkena serangan jantung hingga akhirnya tewas. Saat itu, diduga obat yang disuntikkan ke dalam tubuh Lockett mulai menyebar ke dalam tubuhnya.

Pelaksanaan eksekusi mati Lockett telah mengalami penundaan selama beberapa minggu karena adanya gugatan hukum terkait obat-obatan baru yang digunakan dalam proses suntik mati. Pengacara narapidana berargumen bahwa pemerintah menahan informasi penting terkait obat baru yang digunakan.

Pekan lalu, Mahkamah Agung Oklahoma mencabut penundaan eksekusi mati Lockett dan seorang narapidana lainnya. Menurut Mahkamah Agung, pemerintah telah memberikan informasi yang cukup soal obat baru yang digunakan dalam eksekusi mati.

Narapidana lainnya, Charles Warner yang dijadwalkan untuk dieksekusi mati sekitar 2 jam setelah Lockett pada Selasa (29/4) waktu setempat, mendapat penundaan kembali selama 14 hari karena masalah ini.

Sejumlah negara bagian di AS berjuang mencari penyuplai obat-obatan dan zat kimia yang biasa digunakan dalam eksekusi mati para narapidana. Hal ini setelah para penyuplai utama obat suntik mati, yang sebagian berasal dari Eropa, menerapkan larangan penjualan obat-obatan jika tujuannya untuk eksekusi mati.

Obat-obatan baru yang kini digunakan beberapa negara bagian AS bisa memicu rasa sakit tak tertahankan sebelum narapidana tewas. Hal ini dianggap sebagai tindakan kejam dan pelanggaran konstitusi AS.(ca/detiknews)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account