LiputanIslam.com—Kementerian Informasi Palestina melaporkan pada Kamis (28/3), seperti dikutip oleh portal berita Memo, bahwa 95 persen anak-anak yang ditahan oleh otoritas Israel alami penyiksaan.
Laporan itu menyebutkan bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh Israel bisa berupa pukulan, tendangan, menutup mata, memborgol selama masa penahanan, dan melakukan introgasi kepada anak-anak itu tanpa didampingi oleh pengacara atau anggota keluarga.

Menurut laporan itu, sebagian besar pelanggaran Israel terhadap anak-anak Palestina terjadi setelah tengah malam.

Laporan itu mengatakan, penangkapan itu adalah bagian dari kampanye intensif Israel yang menargetkan anak-anak sekolah terutama di pos-pos pemeriksaan yang didirikan di dalam kota Pendudukan, Yerussalem, di semua pintu masuk ke desa-desa Palestina, kota-kota, dan kamp-kamp di Tepi Barat.

Menurut laporan itu, hingga 2015, jumlah rata-rata anak-anak Palestina yang ditahan oleh Israel adalah 700, namun, jumlah tersebut telah meningkat menjadi 4.000 pada awal Oktober 2017.

Israel menangkap sebanyak 1.467 anak pada 2017 dan 1.063 anak pada 2018 sementara 118 anak ditangkap selama dua bulan pertama 2019.

Jumlah anak-anak Palestina yang ditangkap antara tahun 2000 dan 2018 telah mencapai 16.000.

Pemerintah Israel telah meningkatkan hukuman terhadap anak-anak Palestina di bawah usia 14 tahun, memperpanjang hukuman penjara yang dikeluarkan terhadap mereka, hingga mencapai 20 tahun.

Laporan itu juga menyoroti bahwa pihak berwenang Israel telah membunuh 83 anak-anak Palestina sejak akhir 2017.(fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*