Laporan: 40 Ribu Jiwa Melayang Akibat Sanksi AS atas Venezuela

0
142

Washington, LiputanIslam.com–Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa sekitar 40.000 warga Venezuela meninggal dunia akibat sanksi AS yang telah mengurangi pasokan makanan, obat-obatan, dan alat-alat medis di negara itu.

Menurut laporan yang dirilis oleh organisasi think tank progresif dari Washington DC, Center for Economic and Policy Research (CEPR), kasus-kasus kematian tersebut terjadi setelah AS menjatuhkan sejumlah sanksi pada tahun 2017 lalu.

Penelitian CEPR menemukan bahwa situasi di negara sosialis itu memburuk pada awal tahun ini ketika pemerintah AS menjatuhkan sanksi baru atas industri minyak dalam rangka menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro.

“Sanksi-sanksi ini mengurangi pasokan obat-obatan, peralatan medis, makanan, dan barang-barang impor vital lainnya,” sebuat laporan yang ditulis bersama oleh Mark Weisbrot dan Jeffrey Sachs, ekonom terkemuka dari Universitas Columbia, New York City.

“[Sanksi] ini ilegal berdasarkan hukum AS, internasional, dan perjanjian yang telah ditandatangani AS. Kongres harus bertindak untuk menghentikan kebijakan ini,” tulis mereka.

Laporan ini mengutip data kematian dari National Survey on Living Conditions Venezuela, atau yang dikenal dengan nama Encovi.

Pendiri CEPR, Weisbrot, mengaku kepada koran The Independent bahwa penelitian organisasinya ini tidak bisa membuktikan secara langsung bahwa semua kasus kematian di Venezuela adalah hasil dari penjatuhan sanksi. Namun, kenaikan angka kematian berjalan secara paralel dengan kenaikan jumlah embargo dan penurunan produksi minyak. (ra/presstv)

 

DISKUSI: