Krisis Finansial, Presiden Palestina Pecat Seluruh Penasihatnya

0
151

Tepi Barat, LiputanIslam.com—Presiden Palestina Mahmoud Abbas memecat seluruh penasihatnya di tengah krisis keuangan di kawasan pendudukan Tepi Barat yang menyebabkan pemotongan gaji besar-besaran.

Kantir berita Palestina, WAFA, melaporkan hal ini pada Senin (19/8) mengutip pernyataan resmi dari kantor presiden bahwa pemecatan dilakukan kepada seluruh penasihat terlepas dari titel atau peringkat mereka.

Menurut pernyataan itu, Presiden Abbas juga “memutuskan untuk menghapuskan kontrak dan menangguhkan hak istimewa yang mereka terima dalam kapasitas mereka sebagai penasihat.” Selain itu, tidak ada rincian lebih lanjut tentang jumlah penasihat yang telah dipecat.

Keputusan ini keluar di tengah krisis keuangan setelah Israel menahan sekitar $10 juta per bulan untuk pajak hibah pada bulan Februari lalu. Pada saat itu, kabinet Israel membekukan sekitar $138 juta pajak yang dikumpulkan untuk Otoritas Palestina. Mereka mengklaim, pemerintah Abbas membayar jumlah yang sama untuk tunjangan tahanan pada tahun 2018.

Abbas pun menuduh rezim Zionis itu melakukan pemerasan. Sejauh ini, ini menolak untuk mengambil hibah pajak. Jumlahnya sekitar $190 juta sebulan yang dikumpulkan oleh rezim Tel Aviv melalui bea cukai yang dikenakan pada barang dan produk di pasar Palestina yang transit melalui pelabuhan-pelabuhan Israel.

Otoritas Palestina telah menahan gaji bagi puluhan ribu karyawannya agar pemerintahan tetap berjalan di tengah krisis. (ra/presstv)

DISKUSI: